Cross Laminated Timber (CLT) Nusantara merupakan bangunan eco house yang menjadi bentuk nyata riset-riset di Fakultas Teknik terkait dengan bangunan hijau atau green construcition. CLT memanfaatkan kayu akasia rekayasa yang dapat diperoleh dengan merekatkan papan-papan kayu akasia tipis menggunakan sambungan khusus. Kayu akasia yang mulanya merupakan limbah atau waste dimanfaatkan menjadi papan yang tidak hanya sebagai nonstruktural tetapi juga dapat bernilai sebagai struktural dengan menjadikannya dinding dan lantai.
SDGs4
Yogyakarta, 30 Maret 2026–Fakultas Teknik mengadakan kegiatan rutin Syawalan dan halalbihalal pada hari pertama perkuliahan setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan Syawalan diikuti oleh seluruh pengurus Fakultas Teknik, dosen, serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga silaturahmi antarsivitas akademika selama berdinamika di kampus.
Kamis, 12 Maret 2026, Shopee Group menyelenggarakan sesi pemaparan program karier bagi mahasiswa di Meeting Room 1, Smart and Green Learning Center (SGLC) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat berbagai jalur pengembangan karier yang ditawarkan oleh Shopee Group, khususnya bagi fresh graduate maupun mahasiswa tingkat akhir.
Suasana malam Ramadan 1447 H pada 16 Maret 2026 di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada menjadi ruang refleksi intelektual melalui public lecture Prof. Selo, Dekan Fakultas Teknik UGM. Dalam kuliah bertajuk “Menyambut Intelligent Age: Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?”, ia mengajak mahasiswa meninjau kembali optimisme menuju Indonesia Emas 2045.
Tak pernah berhenti berkarya, mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berhasil meraih posisi kedua dalam Kompetisi Desain Mahasiswa tingkat Nasional SEPEKAN yang diselenggarakan oleh Universitas Atmajaya Yogyakarta. Mengangkat tema pendidikan, Athaya Septiana Maharani dan Yudha Dwi Anggara (Arsitektur 23) menghadirkan ruang transisi bagi mereka yang hidup tanpa kesempatan untuk mereka yang hidup tanpa memiliki kesempatan menempuh pendidikan formal.
Tim Narantaka dari Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kibo Robot Programming Challenge (Kibo-RPC) 2026, sebuah kompetisi pemrograman robot tingkat internasional. Dalam kompetisi tersebut, Tim Narantaka berhasil meraih peringkat 5 pada kategori ISS Run (Main Event) serta Juara 3 pada kategori Simulation Run (Side Event).
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi material global, CNGR, dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan di Changsha, Tiongkok, pada 9–12 Maret 2026. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada 10 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia–China Business Dialogue yang mempertemukan berbagai pihak dari sektor akademik dan industri untuk memperkuat kolaborasi strategis.
Seperti yang kita ketahui, kendaraan yang kita gunakan tentu membutuhkan jalan berlapis aspal untuk menunjang mobilitasnya. Jalan yang berlubang tentu akan mengurangi kenyamanan berkendara dan dapat menimbulkan kecelakaan yang berakibat fatal. Yuk, kenali penyebab jalanan beraspal di Indonesia dapat rusak!
Jumat, 6 Maret 2026—kunjungan dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 3 Sleman dihadiri oleh pihak FT UGM dan perwakilan guru dari MAN 3 Sleman. Bertempat di Ruang Jepara, diskusi dibuka dengan sambutan dari ketua rombongan yang menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diterima untuk berkunjung dan belajar. Beliau mengaku bahwa sebelum mantap untuk mengajukan studi banding dengan Fakultas Teknik, pihaknya telah melihat terlebih dahulu bagaimana suasana riil di lapangan. Setelah yakin, MAN 3 Sleman mengirimkan persuratan secara resmi untuk memulai ruang diskusi mengenai permasalahan pengelolaan sampah.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya yang tinggi menyebabkan perubahan geomorfologi yang sangat dinamis, khususnya pada sistem sungai di lerengnya. Perubahan kecil pada dasar sungai dapat berdampak besar terhadap potensi aliran lahar yang mengancam kawasan permukiman di hilir. Oleh karena itu, pemantauan kondisi sungai di kawasan Merapi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data jangka panjang.