Penyakit periodontal masih menjadi salah satu persoalan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit periodontal di Indonesia mencapai 74,1 persen. Kondisi tersebut bahkan banyak ditemukan pada kelompok usia remaja.
SDGs3
Di ambang tenggelam, Muara Baru menghadapi ancaman banjir rob yang semakin nyata. Kenaikan muka air laut yang disertai penurunan muka tanah membuat kawasan pesisir Jakarta semakin rentan diterjang banjir rob. Persoalan ini menjadi semakin serius karena kawasan ini bukan sekadar permukiman pesisir, melainkan salah satu pusat aktivitas ekonomi kelautan yang strategis.
Tim OSTOSENSE Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) berhasil merancang inovasi sistem deteksi dini kebocoran kantong stoma yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) dan mampu berjalan secara lokal pada perangkat tanpa bergantung pada internet. Inovasi ini dirancang untuk membantu pasien stoma mendeteksi kebocoran sebelum benar-benar terjadi, sekaligus memberikan notifikasi kebocoran aktual secara real-time melalui pemantauan jarak jauh.
JOMBANG — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut ambil bagian dalam mendukung kegiatan “Bakti Sosial Edukasi Lingkungan Bersih dan Sehat” yang diinisiasi oleh Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Angkatan 1982 (FK’82) di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (5/9). Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, Fakultas Teknik hadir memberikan dukungan pemaparan materi pengolahan sampah mandiri serta menyerahkan 100 tumbler ramah lingkungan bagi pengurus, guru, dan santri guna mendorong terciptanya ekosistem pesantren yang bersih dan berkelanjutan. Kontribusi ini melengkapi bantuan dari FK’82 untuk mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum berupa 1400 foldable lunchbox untuk santri, 10 set tempat sampah pilah, dan 20 set ember tumpuk untuk komposter sampah organik.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melalui penelitian bertajuk “Analisis Tren Komunitas Pelari di Jogja melalui Kajian Sosial-Spasial dalam Perspektif Kewilayahan” tengah mengkaji perkembangan aktivitas komunitas pelari serta pola pemanfaatan ruang publik di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana aktivitas lari tidak hanya berkembang sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi fenomena sosial yang membentuk interaksi, pola navigasi, dan pemaknaan terhadap ruang perkotaan.
“…, Karena mungkin, empat tahun di universitas memang tidak pernah dimaksudkan untuk membuat kita mengetahui seluruh jawaban. Akan tetapi, universitas mengajarkan kita bagaimana cara mencari jawabannya,” ujar Kayla Zahra Ramadhany dalam pidato kelulusannya di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (20/8/2026).
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Breast Cancer Integrated Theranostics (BREIT), sebuah smart wearable yang dirancang untuk membantu memetakan kondisi jaringan payudara sekaligus mengeksplorasi pendekatan pendukung terapi kanker.
Perubahan pola aktivitas, rutinitas, dan kondisi fisiologis pada gangguan bipolar dapat muncul secara bertahap dan tidak selalu disadari sejak awal. Berangkat dari tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan BIPO-SENSE, prototipe sistem bantu pemantauan risiko dini yang dirancang untuk membantu pengguna dan pendamping mengenali perubahan pola lebih awal tanpa menggantikan diagnosis atau keputusan tenaga profesional.
Tim Felyhart Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berinovasi mengubah limbah ampas tebu menjadi produk pasir kucing bernilai tambah. Inovasi ini dirancang untuk membantu pemantauan awal perubahan pH urine kucing yang dapat berkaitan dengan kondisi saluran kemih, sekaligus menjadi alternatif terhadap produk konvensional yang sulit terurai dan menghasilkan banyak debu, seperti pasir kucing berbahan bentonite.
Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada lintas fakultas berhasil mengembangkan PRIME (Phantom Realistic Instruction Model for Extraction), sebuah simulator latihan pencabutan gigi berbasis dental phantom yang dilengkapi sistem tahanan elektromagnetik terkontrol. Produk ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan media latihan preklinik yang selama ini belum mampu menghadirkan sensasi pencabutan menyerupai kondisi klinis nyata.