PT Maja Bintang Indonesia bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menggelar seminar bertajuk “Unlocking Indonesia’s Critical Minerals Potential: Advanced REE Analysis Using ICP-MS” pada Selasa, 15 September 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini berlangsung dalam format hybrid. Seminar ini menghadirkan Catrina seorang Validation Manager sekaligus Inorganic Spectroscopy Specialist and Mass Spectrometry di PerkinElmer Malaysia sebagai narasumber tunggal.
Forum dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Muhammad Alfan Auliya dan Ratich Andalusi dari PT Maja Bintang Indonesia, serta Prof. Ir. Lukito Edi Nugroho, Wakil Manajer Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM, mewakili pihak kampus. Kehadiran akademisi, peneliti, praktisi laboratorium, dan pelaku industri dalam satu forum menegaskan bahwa isu mineral kritis kini menjadi perhatian lintas sektor, bukan lagi sekadar wacana teknis di ruang laboratorium.
Diskusi berpusat pada tantangan menganalisis unsur rare earth elements (REE) menggunakan ICP-MS kebutuhan yang semakin mendesak seiring melonjaknya permintaan global terhadap mineral tersebut untuk menopang industri kendaraan listrik, baterai, dan energi terbarukan. Narasumber menegaskan bahwa ketepatan hasil analisis bukan semata soal kecanggihan instrumen, melainkan sangat bergantung pada bagaimana sampel disiapkan sejak tahap paling awal.
Materi yang di paparkan menelusuri berbagai pendekatan digesti sampel yang lazim diterapkan di laboratorium, mulai dari metode berbasis asam, peleburan menggunakan fluks tertentu, hingga teknik khusus untuk menganalisis logam mulia. Pemilihan metode, dijelaskan narasumber, tidak bisa disamaratakan dan harus mempertimbangkan karakteristik sampel, unsur yang disasar, kebutuhan produktivitas laboratorium, target akurasi dan presisi, hingga jejak lingkungan yang ditinggalkan proses tersebut.
Sejumlah standar metode preparasi sampel yang diakui secara internasional turut menjadi rujukan yang dibahas, menegaskan pentingnya laboratorium dalam negeri menjaga keandalan data agar sejajar dengan standar global. Seminar juga menyoroti teknologi digesti dengan bantuan gelombang mikro dengan sistem kendali suhu dan tekanan buatan PerkinElmer, yang diklaim mempersingkat waktu proses sekaligus menjaga konsistensi hasil. Tak kalah penting, dibahas pula risiko interferensi antar unsur dan pengaruh matriks sampel yang, bila luput dari perhatian, dapat menjerumuskan analis pada kesimpulan yang keliru.
Di luar substansi teknis, forum ini menjelma menjadi titik temu antara industri instrumen analitik dan dunia akademik dalam memperkuat kapasitas riset serta eksplorasi sumber daya mineral nasional dan sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang menempatkan energi bersih, inovasi industri, dan kemitraan lintas sektor sebagai bagian dari arah panjang pembangunan Indonesia.
Artikel ini disusun berdasarkan pengamatan langsung di lokasi acara serta siaran pers resmi PT Maja Bintang Indonesia. (Natya Lakshita)
