Tika Rianna Iswardhani, S.T.Tr., M.Eng., ialah sang peraih predikat lulusan terbaik program magister Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) pada wisuda pascasarjana periode III tahun ajaran 2025/2026. Ia lulus dengan predikat cum laude dengan IPK nyaris sempurna, 3,99. Ia menempuh konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru & Terbarukan, sebuah bidang yang kini menjadi garda depan dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi masa depan.
Penelitian
Yogyakarta, 22 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Development Agreement (JDA) Project Beyond Energy Katrili untuk mengembangkan inovasi pemanfaatan energi panas bumi menjadi pupuk ramah lingkungan. Kerja sama ini dilakukan di tengah kebutuhan nasional akan solusi energi berkelanjutan dan ketahanan pangan, dengan pendekatan riset terukur yang mengolah endapan silika geotermal menjadi pupuk cair berbasis nanoteknologi.
Perkembangan teknologi yang tidak ada habisnya menuntut inovasi yang berkelanjutan. Inovasi dapat dikembangkan berdasarkan apa yang tersedia di alam untuk diolah menjadi barang yang memiliki nilai dan dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai kolagen dari limbah ikan dan nanosilika dari limbah geothermal sebagai bahan fabrikasi 3D scaffold menggunakan teknologi 3D printer untuk keperluan biomedis.
Semangat inovasi dan profesionalisme insinyur kembali digaungkan dalam Seminar Nasional Keinsinyuran yang diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (UGM) pada Senin, 13 April 2026. Bertempat di Lantai 3 Gedung Smart Green Learning Center (SGLC), kegiatan ini menjadi wadah bertemunya para praktisi, akademisi, dan calon insinyur untuk berbagi gagasan serta pengalaman dalam menghadapi tantangan dunia teknik yang terus berkembang.
Robotik selama ini identik dengan kecepatan tinggi, presisi ekstrem, dan struktur yang kaku serta kuat. Namun, sebuah pertanyaan menarik muncul, bagaimana jika robot justru dibuat dari material yang lembut, fleksibel, dan aman bagi manusia?
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, namun juga berada di wilayah dengan risiko bencana yang tinggi. Terletak di kawasan cincin api dan di atas 13 zona megathrust, Indonesia menghadapi ancaman gempa besar yang tak terelakkan. Pertanyaannya, seberapa siapkah kita menghadapi bencana tersebut?
Dalam menghadapi tantangan yang terjadi di kehidupan kita, seringkali dibutuhkan strategi yang dapat menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien. Riset menemukan instrumen baru yang bernama project complexity measurement untuk menjawab tantangan itu. Dengan sistem yang telah tervalidasi, project complexity measurement mengukur seberapa sulit sebuah proyek perlu dikelola.
Material ramah lingkungan yang menyerupai kaca, tetapi lebih ringan, aman, dan mampu mendinginkan bangunan? Inilah inovasi yang tengah dikembangkan oleh Dr. Ir. Nur Abdillah Siddiq, S.T., IPP. bersama tim Departemen Teknik Nuklir dan Fisika (DTNTF), Fakultas Teknik UGM.
Salah satu tantangan terbesar dalam pemodelan kota terletak pada skala pekerjaannya. Memodelkan ribuan hingga jutaan bangunan secara manual bukan hanya tidak efisien, tetapi juga sangat rentan terhadap kesalahan.
Menjawab tantangan tersebut, Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., dosen Teknik Geodesi UGM, mengembangkan DREAM 3D City (Digital Reconstruction Editing and Modelling 3D City). Dikembangkan di bawah naungan grup riset GEO AI Twin Verse, aplikasi ini hadir sebagai terobosan dalam teknologi pemodelan kota 3D yang lebih cepat dan efisien.
Pernahkah kalian mendengar sick building syndrom? Bangunan gedung yang dari luar terlihat modern ternyata menyimpan udara yang dapat menyebabkan penghuninya cepat merasa lelah, sakit kepala, dan sulit fokus. Karena permasalahan ini, munculah solusi yang inovatif dan futuristik bernama Algaetree. Algaetree merupakan pohon cair yang memanfatkan teknologi berbasis mikroalga. Algaetree dapat menangkap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen segar selayaknya pohon pada umumnya. Lebih hebat lagi, Algaetree jauh lebih efisien karena mikroalga dapat menyerap 25 kali karbon dioksida lebih banyak dibandingkan dengan tanaman biasa. Satu unit Algaetree memiliki kapasitas 100 liter mampu menangkap 35 kg karbon dioksida pada setiap tahunnya, hal ini setara dengan empat pohon akasia dewasa. Algaetree tidak hanya menyerap karbon tetapi juga dapat menghasilkan oksigen, menghasilkan biomasa untuk bidang farmasi, pangan, dan bioenergi.