Di ambang tenggelam, Muara Baru menghadapi ancaman banjir rob yang semakin nyata. Kenaikan muka air laut yang disertai penurunan muka tanah membuat kawasan pesisir Jakarta semakin rentan diterjang banjir rob. Persoalan ini menjadi semakin serius karena kawasan ini bukan sekadar permukiman pesisir, melainkan salah satu pusat aktivitas ekonomi kelautan yang strategis.
SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
JOMBANG — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut ambil bagian dalam mendukung kegiatan “Bakti Sosial Edukasi Lingkungan Bersih dan Sehat” yang diinisiasi oleh Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Angkatan 1982 (FK’82) di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (5/9). Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, Fakultas Teknik hadir memberikan dukungan pemaparan materi pengolahan sampah mandiri serta menyerahkan 100 tumbler ramah lingkungan bagi pengurus, guru, dan santri guna mendorong terciptanya ekosistem pesantren yang bersih dan berkelanjutan. Kontribusi ini melengkapi bantuan dari FK’82 untuk mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum berupa 1400 foldable lunchbox untuk santri, 10 set tempat sampah pilah, dan 20 set ember tumpuk untuk komposter sampah organik.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melalui penelitian bertajuk “Analisis Tren Komunitas Pelari di Jogja melalui Kajian Sosial-Spasial dalam Perspektif Kewilayahan” tengah mengkaji perkembangan aktivitas komunitas pelari serta pola pemanfaatan ruang publik di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana aktivitas lari tidak hanya berkembang sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi fenomena sosial yang membentuk interaksi, pola navigasi, dan pemaknaan terhadap ruang perkotaan.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa serta Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menggelar diskusi mengenai pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) dari ancaman banjir rob, abrasi, dan penurunan muka tanah (land subsidence).
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Sistem Informasi Belmawa (Simbelmawa).
Mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Biduk Biduk Berlabuh, Sub-unit Kampung Teluk Sulaiman, Tafwid Mahabbah, melaksanakan program kerja berupa pembuatan peta estimasi cadangan karbon di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Program ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai persebaran dan potensi cadangan karbon pada tutupan vegetasi di wilayah kampung sebagai informasi pendukung dalam pengelolaan lingkungan dan kawasan hutan.
Yogyakarta, 12 Agustus 2026—Perubahan di bumi berlangsung jauh lebih cepat daripada yang sering kita sadari. Es mencair di Puncak Jayawijaya, iklim berubah, ekosistem mengalami tekanan, sementara eksploitasi sumber daya terus berjalan mengikuti laju pertumbuhan peradaban. Pertanyaannya bukan lagi apakah perubahan akan terjadi, melainkan seberapa cepat kita membiarkannya terjadi.
Universitas Gadjah Mada (UGM) mengukuhkan Prof. Ir. Rochim Bakti Cahyono, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. sebagai Guru Besar dalam bidang Biomassa dan Sampah menjadi Energi (Waste to Energy) pada Selasa (11/8) di Balai Senat UGM. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Mengubah Limbah Menjadi Energi: Inovasi Teknologi Proses untuk Mendukung Transformasi Industri Nasional”, Prof. Rochim menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang limbah, dari sekadar residu menjadi sumber daya yang dapat diolah menjadi energi dan produk bernilai tambah.
Yogyakarta, 11 Agustus 2026—Transisi energi membutuhkan mineral dalam jumlah besar, tetapi pengelolaannya tidak sederhana. Proses ekstraksi dan pengolahan mineral membutuhkan teknologi tinggi serta berpotensi menghasilkan limbah yang menimbulkan tantangan lingkungan yang baru. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dengan kekayaan sumberdaya mineral yang besar memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya secara berkelanjutan.
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) melakukan komitmen dalam mewujudkan tata kelola lingkungan kampus yang berkelanjutan degan mengoptimalkan pengelolaan sampah yag berada di lingkungan DTSL. Program ini dijalankan guna mengolah limbah organik harian yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di lingkungan departemen termasuk kantin.