Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan serah terima jabatan Dekan periode 2021–2026 kepada Dekan periode 2026–2031 di Auditorium SGLC FT UGM, Selasa (30/9). Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. mengakhiri masa jabatannya setelah lima tahun memimpin FT UGM, sementara Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. akan resmi menjalankan amanah sebagai Dekan FT UGM mulai 1 Oktober 2026.
Prosesi serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Prof. Selo dan Prof. Sarjiya yang disaksikan oleh Prof. Tumiran selaku Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM dan Prof. Alva Edy Tontowi selaku Ketua Senat FT UGM. Acara dilanjutkan dengan simbolisasi estafet kepemimpinan dari dekan periode 2021–2026 kepada dekan periode 2026–2031.
Prof. Selo: Senat dan Dekanat sebagai Partner
Dalam pidato terakhirnya sebagai Dekan FT UGM, Prof. Selo merefleksikan perjalanan kepemimpinannya sekaligus menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya. Apresiasi tersebut ditujukan kepada senat, dosen, tenaga kependidikan, seluruh sivitas akademika, serta para dekan senior yang selama masa kepemimpinannya memberikan nasihat dan masukan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak, dekan senior yang selalu memberikan nasihat. Sering saya mendapatkan saran bagaimana saya seharusnya pegang gas,” ujarnya.
Prof. Selo kemudian menggambarkan hubungan antara dekanat dan senat sebagai dua unsur yang saling melengkapi dalam menjalankan tata kelola fakultas.
“Saya mengibaratkan dekanat dan senat itu satu partner, saya pegang gasnya, senat pegang rem.”
Dukungan berbagai unsur di FT UGM, menurut Prof. Selo, turut mengantarkan kepemimpinannya selama lima tahun hingga dapat diselesaikan dengan baik. Ia juga menyoroti sejumlah capaian fakultas, terutama prestasi mahasiswa dan kontribusi para peneliti.
“Kalau kita melihat prestasi kemahasiswaan, Fakultas Teknik selalu di atas. Itu suatu kebanggaan FT. Para peneliti juga selalu membanggakan Fakultas Teknik dengan temuan-temuannya,” tuturnya.
Di penghujung masa jabatannya, Prof. Selo turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kebijakan selama kepemimpinannya yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi sivitas akademika. Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari dinamika kepemimpinannya selama lima tahun dalam menjalankan amanah untuk membawa FT UGM ke arah yang lebih baik.
“Saya meminta maaf jika dalam menjalankan tugas sebagai dekan, ada beberapa kebijakan yang membuat tidak nyaman.”
Kepada Prof. Sarjiya, Prof. Selo menyampaikan selamat atas amanah yang akan diemban sebagai Dekan FT UGM. Ia juga berpesan kepada Prof. Sarjiya, bahwa FT UGM memiliki potensi besar dalam mendidik mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan.
“Fakultas Teknik merupakan fakultas yang punya potensi besar untuk mendidik mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan.”
Prof. Sarjiya: Pendidikan sebagai Jalan Membuka Kesempatan
Memasuki masa kepemimpinan baru, Prof. Sarjiya mengawali sambutannya dengan refleksi perjalanan hidup yang membawanya hingga menjadi dosen dan kemudian dipercaya memimpin FT UGM. Baginya, pengalaman tersebut tidak terlepas dari peran pendidikan dalam membuka kesempatan bagi seseorang untuk mengubah kehidupannya.
Prof. Sarjiya mengenang masa kecilnya di sebuah kampung dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Saat itu, hanya sedikit anak yang dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Di kampung saya yang lanjut SMA kurang dari 10, yang kuliah kurang dari 5.”
Lahir pada 1973 dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Prof. Sarjiya menceritakan bahwa ayahnya berjualan kerupuk keliling, sementara ibunya membatik. Kondisi tersebut juga membuat beberapa kakaknya tidak dapat menyelesaikan pendidikan dasar.
Di tengah keterbatasan tersebut, Prof. Sarjiya berupaya melanjutkan pendidikan hingga SMP dan SMA. Dukungan ibunya kemudian menjadi salah satu hal yang membantunya melanjutkan pendidikan hingga Teknik Elektro UGM. Ia pun mengenang dukungan sejumlah dosen senior, termasuk Prof. Tumiran, yang kemudian membuka kesempatan baginya untuk bergabung sebagai dosen UGM.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pandangannya mengenai peran pendidikan. Menurut Prof. Sarjiya, pendidikan membuka kesempatan bagi seseorang untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
Pandangan tersebut turut menjadi landasan bagi arah kepemimpinannya di FT UGM. Ke depan, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar seluruh kegiatan fakultas dapat berjalan lebih efektif dan mendukung lahirnya lulusan yang unggul.
“Strategi ke depan bagaimana supaya lulusan kita unggul dan capital gain yang diharapkan tadi. Bagaimana kita mengintegrasikan kegiatan kita supaya terintegrasi, sejak dari pendidikan, pengabdian, penelitian, supaya efisien.”
Dengan berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Selo dan dimulainya kepemimpinan Prof. Sarjiya, estafet kepemimpinan FT UGM memasuki babak baru. Pengalaman lima tahun sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan fakultas, sementara kepemimpinan berikutnya membawa harapan untuk terus memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian dalam menghasilkan lulusan yang unggul. Dalam menjalankan amanah tersebut, Prof. Sarjiya pun memohon dukungan dari seluruh sivitas akademika FT UGM.