Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melalui penelitian bertajuk “Analisis Tren Komunitas Pelari di Jogja melalui Kajian Sosial-Spasial dalam Perspektif Kewilayahan” tengah mengkaji perkembangan aktivitas komunitas pelari serta pola pemanfaatan ruang publik di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana aktivitas lari tidak hanya berkembang sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi fenomena sosial yang membentuk interaksi, pola navigasi, dan pemaknaan terhadap ruang perkotaan.
Perkembangan aktivitas lari di Kota Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan pola olahraga masyarakat. Aktivitas lari kini semakin banyak dilakukan secara kolektif melalui komunitas dan berbagai kegiatan bersama. Ruang publik, kawasan perkotaan, jaringan jalan, hingga kawasan dengan karakter visual tertentu menjadi bagian dari pengalaman pelari dalam menjalankan aktivitasnya.
Melalui penelitian ini, Tim PKM-RSH UGM mengkaji karakteristik pelari, pola aktivitas, preferensi rute, serta hubungan antara komunitas pelari dengan ruang publik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, serta pemetaan rute yang digunakan oleh pelari dan komunitas.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengambilan data bersama sejumlah komunitas pelari di Kota Yogyakarta, di antaranya PlayOn Jogja dan Jogja Unity Runners (JUR). Selain komunitas, penelitian juga melibatkan pelari dari masyarakat umum untuk memperoleh gambaran yang lebih beragam mengenai preferensi dan pola penggunaan ruang.
Pendekatan sosial-spasial digunakan untuk memahami bagaimana pelari memilih dan menavigasi ruang Kota Yogyakarta. Tim menggunakan pendekatan behavioral mapping untuk mengamati pola aktivitas pelari, serta mental mapping untuk mengidentifikasi elemen ruang yang berperan dalam orientasi pelari, seperti paths, edges, nodes, dan landmarks.
“Kami ingin melihat bahwa aktivitas lari bukan hanya tentang olahraga atau pemilihan rute. Ketika pelari menggunakan suatu ruang secara berulang, terdapat interaksi antara manusia, komunitas, dan karakteristik ruang kota. Hal tersebut yang kami coba pahami melalui perspektif sosial-spasial,” ujar Tama, Ketua Tim PKM-RSH Runner Space UGM.
Penelitian ini juga menelaah keterikatan pelari terhadap ruang melalui pendekatan sense of place. Aspek seperti kenyamanan, keamanan, kualitas lingkungan, karakter visual, serta pengalaman sosial menjadi bagian dari faktor yang memengaruhi pemilihan dan pemaknaan suatu rute.
Hasil awal pengumpulan data menunjukkan bahwa setiap pelari memiliki preferensi ruang yang berbeda. Sebagian pelari memilih kawasan yang rindang dan memiliki tingkat polusi relatif rendah, sementara pelari lainnya tertarik menggunakan rute yang melewati kawasan heritage dan memiliki karakter visual khas. Aktivitas berlari secara berkelompok juga memengaruhi pemilihan rute, terutama pada aspek aksesibilitas dan kemudahan titik pertemuan.
Selain melibatkan pelari, Tim Runner Space juga melakukan pengumpulan perspektif dari pemangku kepentingan terkait pengelolaan ruang publik di Kota Yogyakarta. Data tersebut digunakan untuk memahami hubungan antara perkembangan aktivitas komunitas pelari dengan pengelolaan dan pemanfaatan ruang perkotaan.
Melalui integrasi data sosial dan spasial, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pola pemanfaatan ruang publik oleh komunitas pelari di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi pengembangan ruang publik dan jalur lari yang memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, serta keberlanjutan.
Luaran penelitian juga akan disampaikan melalui peta sosial-spasial dan policy brief sebagai upaya untuk menyampaikan hasil penelitian kepada
masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan demikian, aktivitas komunitas pelari diharapkan tidak hanya dipandang sebagai bagian dari tren gaya hidup, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan ruang publik Kota Yogyakarta.
Melalui penelitian Runner Space, Tim PKM-RSH UGM berharap dapat mendorong pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara aktivitas masyarakat dan ruang perkotaan. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung terciptanya ruang publik Kota Yogyakarta yang lebih sehat, inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna ruang. (Penulis: Tim Runner Space)