JOMBANG — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut ambil bagian dalam mendukung kegiatan “Bakti Sosial Edukasi Lingkungan Bersih dan Sehat” yang diinisiasi oleh Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Angkatan 1982 (FK’82) di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (5/9). Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, Fakultas Teknik hadir memberikan dukungan pemaparan materi pengolahan sampah mandiri serta menyerahkan 100 tumbler ramah lingkungan bagi pengurus, guru, dan santri guna mendorong terciptanya ekosistem pesantren yang bersih dan berkelanjutan. Kontribusi ini melengkapi bantuan dari FK’82 untuk mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum berupa 1400 foldable lunchbox untuk santri, 10 set tempat sampah pilah, dan 20 set ember tumpuk untuk komposter sampah organik.
Sebagai bagian dari alumni FK’82, Prof. Ova Emilia menyampaikan arahan agar kolaborasi antar fakultas dan alumni ini dapat menjadikan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum sebagai percontohan tata kelola sampah mandiri berbasis pesantren di Indonesia. Rektor menegaskan bahwa sampah tidak akan menjadi masalah jika semua pihak memiliki perilaku yang baik terhadap produksinya, sehingga seluruh elemen dapat belajar bersama membangun kebiasaan baru, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.
Menanggapi inisiatif tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, K.H. Muhammad Zaimuddin Wijaya As’ad (Gus Zuem), menyambut hangat kehadiran rombongan dan mengapresiasi langkah konkret yang dibawa ke lingkungan pesantrennya. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran alumni FK’82 dan Universitas Gadjah Mada memberikan petunjuk dan contoh praktis bagaimana mengelola sampah secara nyata, sehingga nilai-nilai kebersihan dapat terwujud dan menjadi budaya di kalangan santri.
Dukungan senada disampaikan oleh Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum, K.H. Dr. dr. Zulfikar As’ad, M.R. (Gus Ufik). Beliau menegaskan bahwa kolaborasi lintas institusi ini menjadi momentum penting bagi pengembangan edukasi lingkungan dan kesehatan di lingkungan pesantren.
Dalam paparannya sebagai narasumber, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Ali Awaludin, membagikan pengalaman nyata dalam merespons krisis sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pembentukan ekosistem pengolahan sampah mandiri dan gerakan kampus hijau (green campus). Prof. Ali menjelaskan bahwa dengan populasi lebih dari 10.000 sivitas akademika, Fakultas Teknik terus berkomitmen menanamkan budaya kedisiplinan serta kepedulian lingkungan sejak dini. Beliau menekankan bahwa mengubah kebiasaan agar peduli pada pemilahan sampah tidaklah mudah, sehingga di Fakultas Teknik dimulai dari komitmen pimpinan hingga pembuatan sistem yang terintegrasi, mulai dari penggunaan tumbler, penyediaan fasilitas isi ulang air minum (water tapping), penggantian konsumsi rapat dari dus makanan menjadi prasmanan, hingga pengolahan sampah mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ali juga menceritakan inovasi Grahakara Grafika, sebuah tempat pengolahan sampah yang semula terkesan kotor lalu diubah menjadi fasilitas pengolahan yang bersih dan indah. Sampah organik dedaunan dicacah menjadi kompos, sisa makanan diolah menjadi pupuk cair untuk tanaman hidroponik dan kolam lele, sedangkan sampah daur ulang seperti plastik dan kertas dipilah hingga mampu memberikan nilai ekonomis (revenue) bagi internal fakultas.
“Kerja sama ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk memperkuat komitmen kita bersama. Kami sangat bersyukur atas sinergi antara Universitas Gadjah Mada, Alumni FK’82, dan Fakultas Teknik, yang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan transfer pengetahuan mengenai pola hidup sehat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan bagi sivitas akademika Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum dan seluruh santri Pondok Pesantren Darul ‘Ulum,” ungkap Gus Ufik.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Universitas Gadjah Mada, Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, dan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum, serta dilanjutkan dengan pembagian tim edukasi lapangan ke 7 titik sekolah/ madrasah di lingkungan pesantren, sarasehan dengan pimpinan sekolah dan asrama, dan pendampingan khusus bagi para petugas kebersihan setempat. Nota Kesepahaman ini menjadi landasan tindak lanjut kerjasama untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan sampah Indonesia (Penulis: Mega/ Editor: Wiratni).