Pernahkah kalian mendengar sick building syndrom? Bangunan gedung yang dari luar terlihat modern ternyata menyimpan udara yang dapat menyebabkan penghuninya cepat merasa lelah, sakit kepala, dan sulit fokus. Karena permasalahan ini, munculah solusi yang inovatif dan futuristik bernama Algaetree. Algaetree merupakan pohon cair yang memanfatkan teknologi berbasis mikroalga. Algaetree dapat menangkap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen segar selayaknya pohon pada umumnya. Lebih hebat lagi, Algaetree jauh lebih efisien karena mikroalga dapat menyerap 25 kali karbon dioksida lebih banyak dibandingkan dengan tanaman biasa. Satu unit Algaetree memiliki kapasitas 100 liter mampu menangkap 35 kg karbon dioksida pada setiap tahunnya, hal ini setara dengan empat pohon akasia dewasa. Algaetree tidak hanya menyerap karbon tetapi juga dapat menghasilkan oksigen, menghasilkan biomasa untuk bidang farmasi, pangan, dan bioenergi.
SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Cross Laminated Timber (CLT) Nusantara merupakan bangunan eco house yang menjadi bentuk nyata riset-riset di Fakultas Teknik terkait dengan bangunan hijau atau green construcition. CLT memanfaatkan kayu akasia rekayasa yang dapat diperoleh dengan merekatkan papan-papan kayu akasia tipis menggunakan sambungan khusus. Kayu akasia yang mulanya merupakan limbah atau waste dimanfaatkan menjadi papan yang tidak hanya sebagai nonstruktural tetapi juga dapat bernilai sebagai struktural dengan menjadikannya dinding dan lantai.
Tahukah kamu apa itu Fenomena informalitas? Fenomena informalitas sering kita temui di tempat-tempat yang kita kunjungi dan sudut kota yang kita singgahi. Informalitas merupakan fenomena yang sering kita temui di kota-kota pada negara berkembang, contoh yang sering kita temui pada fenomena ini adalah Pedagang Kaki Lima (PKL). Pedagang kaki lima memanfaatkan ruang publik dengan tujuan dapat mengakses aksesibilitas dan visibilitas yang lebih baik. Hal inilah yang memunculkan masalah baru, kehadiran PKL menjadi ancaman bagi ketertiban publik dan memaksa pemerintah memberikan solusi terbaik untuk masalah ini.
Indonesia masih menghadapi persoalan strategis dalam pengelolaan sampah. Indonesia masih menghadapi persoalan strategis dalam pengelolaan sampah. Produksi sampah nasional yang mencapai sekitar 70 juta ton per tahun (CNBB, 2025) tidak hanya menjadi isu kebersihan semata, tetapi juga mencerminkan urgensi perbaikan dalam sistem pengelolaan lingkungan dan sumber daya.
Suasana malam Ramadan 1447 H pada 16 Maret 2026 di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada menjadi ruang refleksi intelektual melalui public lecture Prof. Selo, Dekan Fakultas Teknik UGM. Dalam kuliah bertajuk “Menyambut Intelligent Age: Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?”, ia mengajak mahasiswa meninjau kembali optimisme menuju Indonesia Emas 2045.
Tak pernah berhenti berkarya, mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berhasil meraih posisi kedua dalam Kompetisi Desain Mahasiswa tingkat Nasional SEPEKAN yang diselenggarakan oleh Universitas Atmajaya Yogyakarta. Mengangkat tema pendidikan, Athaya Septiana Maharani dan Yudha Dwi Anggara (Arsitektur 23) menghadirkan ruang transisi bagi mereka yang hidup tanpa kesempatan untuk mereka yang hidup tanpa memiliki kesempatan menempuh pendidikan formal.
Munculnya konflik antara Negara Iran dengan Israel menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi secara global. Jalur perdagangan minyak di sekitar Selat Hormuz mengalami gangguan yang memicu lonjakan harga minyak dan kestabilan teknologi di berbagai negara. Pakar studi energi Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S. T., M. T., IPU berpendapat bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional terutama menipisnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Karimunjawa dikenal sebagai surga wisata bahari. Namun di balik laut birunya, tersimpan persoalan sampah yang terus menumpuk. Pulau kecil dengan arus wisatawan yang tinggi itu menghasilkan limbah setiap hari. Sayangnya, sistem pengelolaan sampah di pulau tersebut belum sepenuhnya optimal.
Di sudut Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, terdapat dua potensi alam yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat, Telaga Guyang Warak dan Goa Putri. Dahulu, keduanya sempat menjadi andalan wisata Desa Kendal. Namun kini, namanya kalah bersaing dengan destinasi lain di Pacitan.
Masih dalam suasana Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegembiraan masih menyelimuti hati peserta KKN pada periode 4. Program kerja yang telah berhasil dituntaskan tentu masih membekas di pikiran peserta mengiringi kepulangan mereka dari lokasi KKN yang berbeda-beda. Pada kali ini, penulis berkesempatan mewawancarai salah satu peserta dari Fakultas Teknik untuk berbagi pengalamannya selama KKN.