Ruteng, Nusa Tenggara Timur – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Teknik UGM menggelar sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Rapid Assessment di Pos Tanggap Bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan fakultas dalam upaya percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pelatihan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari staf DPUPR Kabupaten Manggarai serta perwakilan dari berbagai instansi yang turut terdampak bencana gempa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam melakukan penilaian awal kondisi bangunan secara cepat, sistematis, dan berbasis teknologi digital.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Fakultas Teknik UGM memperkenalkan aplikasi dan platform web Rapid Assessment yang dapat diakses melalui laman https://rapid.cemapp.com/. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pemilik aset infrastruktur maupun petugas lapangan melakukan identifikasi tingkat kerusakan bangunan secara mandiri dengan proses yang sederhana dan cepat. Hasil penilaian dapat langsung tersimpan dalam basis data terintegrasi sehingga proses pemantauan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara real time.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng. Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai komponen-komponen utama struktur bangunan, tingkat kritikalitas bangunan (criticality level), serta berbagai jenis kerusakan yang umum terjadi akibat gempa bumi. Pemahaman tersebut diberikan sebagai dasar bagi peserta sebelum melakukan proses penilaian menggunakan aplikasi.
Selanjutnya, peserta memperoleh pelatihan teknis mengenai tata cara pengisian formulir digital, pengunggahan dokumentasi kerusakan, serta interpretasi hasil penilaian yang dihasilkan oleh sistem. Para peserta juga melakukan simulasi penggunaan aplikasi melalui perangkat masing-masing dengan pendampingan langsung dari tim Fakultas Teknik UGM. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif selama kegiatan. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan terkait implementasi aplikasi dalam proses pendataan kerusakan bangunan pascabencana, integrasi data dengan kebutuhan pemerintah daerah, serta potensi pengembangan sistem untuk mendukung manajemen aset infrastruktur di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UGM berharap pemanfaatan teknologi digital dalam proses rapid assessment dapat membantu pemerintah daerah memperoleh data kerusakan secara lebih cepat dan akurat. Ketersediaan data yang terdokumentasi dengan baik diharapkan dapat mendukung penentuan prioritas penanganan, perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko bencana di masa depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Teknik UGM dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kontribusi keilmuan dan teknologi untuk mendukung pemulihan masyarakat serta penguatan kapasitas kelembagaan pascabencana (Penulis: Angga Trisna Yudhistira/ Editor: Mega).