Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Sistem Informasi Belmawa (Simbelmawa).
SDGs15
Mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Biduk Biduk Berlabuh, Sub-unit Kampung Teluk Sulaiman, Tafwid Mahabbah, melaksanakan program kerja berupa pembuatan peta estimasi cadangan karbon di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Program ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai persebaran dan potensi cadangan karbon pada tutupan vegetasi di wilayah kampung sebagai informasi pendukung dalam pengelolaan lingkungan dan kawasan hutan.
Indonesia Punya Potensi Air 1,8 Triliun m³ per Tahun, Neil Andika: Tantangannya Ada pada Pengelolaan
Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya air yang melimpah. Namun, besarnya potensi tersebut belum otomatis menjamin ketahanan air bagi masyarakat. Founder Indonesia Water Warriors sekaligus Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Neil Andika, menilai tantangan Indonesia kini bukan sekadar memiliki air, tetapi memastikan air tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik. Hal tersebut disampaikan Neil dalam wawancaranya bersama Republika Official.
Yogyakarta, 12 Agustus 2026—Perubahan di bumi berlangsung jauh lebih cepat daripada yang sering kita sadari. Es mencair di Puncak Jayawijaya, iklim berubah, ekosistem mengalami tekanan, sementara eksploitasi sumber daya terus berjalan mengikuti laju pertumbuhan peradaban. Pertanyaannya bukan lagi apakah perubahan akan terjadi, melainkan seberapa cepat kita membiarkannya terjadi.
Yogyakarta, 11 Agustus 2026—Transisi energi membutuhkan mineral dalam jumlah besar, tetapi pengelolaannya tidak sederhana. Proses ekstraksi dan pengolahan mineral membutuhkan teknologi tinggi serta berpotensi menghasilkan limbah yang menimbulkan tantangan lingkungan yang baru. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dengan kekayaan sumberdaya mineral yang besar memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya secara berkelanjutan.
Masih dalam rangkaian Pionir Kesatria 2026, Rabu (5/8/2026), Fakultas Teknik mengajak kesatria muda—sebutan untuk mahasiswa baru FT UGM—untuk selalu mengingat untuk menjaga keasrian lingkungan. Kegiatan penanaman pohon diadakan agar kesatria muda yang baru mengenal lingkungan Fakultas Teknik terjun langsung sebagai agen perubahan yang peduli terhadap keselarasan lingkungan.
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) melakukan komitmen dalam mewujudkan tata kelola lingkungan kampus yang berkelanjutan degan mengoptimalkan pengelolaan sampah yag berada di lingkungan DTSL. Program ini dijalankan guna mengolah limbah organik harian yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di lingkungan departemen termasuk kantin.
Tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama sejumlah mitra nasional dan internasional memperoleh dukungan melalui program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia) untuk melaksanakan penelitian bertajuk Sustainable and Equitable Pathways for Red Mud Valorization for Indonesian Bauxite Mining. KONEKSI merupakan platform kemitraan pengetahuan dan inovasi yang mendukung kolaborasi antara organisasi di Indonesia dan Australia dengan dukungan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.
Kota Bima, 24 Juni 2026 — Akademisi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Arifudin Idrus, menegaskan pentingnya tata kelola tambang yang adil dan berkelanjutan dalam kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Bima. Ia berbicara tentang pengelolaan potensi geologi NTB agar sumber daya alam tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga menjadi jalan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.
Yogyakarta, 23 Juni 2026 — Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa perolehan Hak Kekayaan Intelektual nasional atas karya “Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang” menjadi bukti penguatan inovasi geospasial yang berdampak langsung bagi pendidikan, pengelolaan kawasan, dan mitigasi bencana. Capaian ini diperoleh pada 2026 melalui karya kolaboratif dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UGM yang mengembangkan peta tiga dimensi untuk menghadirkan informasi spasial kawasan secara lebih detail, akurat, dan mudah dipahami.