Yogyakarta (12/05/2026), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengadakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam pengembangan rencana reklamasi tambang dan pascatambang yang berkelanjutan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik UGM, Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Gedung Pusat UGM.
SDGs15
Tiga mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa inovasi berbasis teknologi dapat menjadi bagian dari solusi nyata. Laode Masri Ande Kolewora, Arham, dan Saiful. M berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, namun juga berada di wilayah dengan risiko bencana yang tinggi. Terletak di kawasan cincin api dan di atas 13 zona megathrust, Indonesia menghadapi ancaman gempa besar yang tak terelakkan. Pertanyaannya, seberapa siapkah kita menghadapi bencana tersebut?
Indonesia masih menghadapi persoalan strategis dalam pengelolaan sampah. Indonesia masih menghadapi persoalan strategis dalam pengelolaan sampah. Produksi sampah nasional yang mencapai sekitar 70 juta ton per tahun (CNBB, 2025) tidak hanya menjadi isu kebersihan semata, tetapi juga mencerminkan urgensi perbaikan dalam sistem pengelolaan lingkungan dan sumber daya.
Jumat, 6 Maret 2026—kunjungan dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 3 Sleman dihadiri oleh pihak FT UGM dan perwakilan guru dari MAN 3 Sleman. Bertempat di Ruang Jepara, diskusi dibuka dengan sambutan dari ketua rombongan yang menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diterima untuk berkunjung dan belajar. Beliau mengaku bahwa sebelum mantap untuk mengajukan studi banding dengan Fakultas Teknik, pihaknya telah melihat terlebih dahulu bagaimana suasana riil di lapangan. Setelah yakin, MAN 3 Sleman mengirimkan persuratan secara resmi untuk memulai ruang diskusi mengenai permasalahan pengelolaan sampah.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya yang tinggi menyebabkan perubahan geomorfologi yang sangat dinamis, khususnya pada sistem sungai di lerengnya. Perubahan kecil pada dasar sungai dapat berdampak besar terhadap potensi aliran lahar yang mengancam kawasan permukiman di hilir. Oleh karena itu, pemantauan kondisi sungai di kawasan Merapi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data jangka panjang.
Masyarakat Gunungkidul, DI Yogyakarta dikejutkan dengan kemunculan dua sinkhole dalam waktu berdekatan pada awal Januari 2026. Lubang pertama muncul pada 7 Januari 2026 di area rumah warga. Selang beberapa hari kemudian, sinkhole kedua terbentuk di lahan pertanian terbuka dengan jarak sekitar 12km dari lokasi pertama.
Mineral logam tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) kini semakin menempati posisi strategis dalam peta industri global. Mineral ini menjadi komponen penting dalam mesin jet pesawat tempur dan pesawat komersial, sistem senjata rudal, hingga berbagai perangkat teknologi modern. Tak hanya di sektor pertahanan, REE juga digunakan dalam industri elektronik, sistem pendeteksi bawah laut, pertahanan antirudal, perangkat pelacak, pembangkit energi satelit, serta sistem komunikasi mutakhir. Singkatnya, mineral ini berada di balik banyak teknologi yang menopang kehidupan modern dan keamanan nasional.
Karimunjawa dikenal sebagai surga wisata bahari. Namun di balik laut birunya, tersimpan persoalan sampah yang terus menumpuk. Pulau kecil dengan arus wisatawan yang tinggi itu menghasilkan limbah setiap hari. Sayangnya, sistem pengelolaan sampah di pulau tersebut belum sepenuhnya optimal.
Di tengah urgensi krisis iklim, data dan statistik gas rumah kaca (GRK) nasional memegang peran krusial sebagai dasar penyusunan kebijakan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tanpa metodologi yang kuat dan seragam, upaya mitigasi perubahan iklim akan kehilangan arah dan akurasi.