Aachen, Jerman – Yanuar Rizky Darmawan Laksono dan Calista Ayesha, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada angkatan 2023, berhasil mengikuti program mobilitas riset di RWTH Aachen University, Jerman, pada periode Maret hingga Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di IME Metallurgische Prozesstechnik und Metallrecycling – RWTH Aachen di bawah bimbingan Ayesha Tasawar, M.Sc., dan Prof. Bernd Friedrich, Dr.-Ing. Dr. h.c. Dr. E.h., dan di UGM di bawah bimbingan Prof. Ir. Indra Perdana, S.T., M.T., Ph.D., IPU.
Selama program berlangsung, Yanuar melaksanakan penelitian berjudul “Kinetic Study and Process Modeling of Lithium Recovery from LiFePO₄ (LFP) Battery Black Mass Via Hydrometallurgical Leaching Using Design of Experiments.” Penelitian tersebut berfokus pada kajian kinetika ekstraksi litium serta identifikasi parameter-parameter kunci yang memengaruhi proses pelindian (leaching), sekaligus membandingkan rute-rute paling menjanjikan dari sisi kinetika dan optimasi. Sementara itu, Calista meneliti optimasi dan pemurnian litium karbonat (Li₂CO₃) daur ulang untuk aplikasi bermutu baterai (battery-grade). Kedua penelitian tersebut berkontribusi pada pengembangan teknologi daur ulang baterai yang berkelanjutan, seiring meningkatnya permintaan global terhadap material baterai dan upaya mendukung transisi menuju ekonomi sirkular di sektor penyimpanan energi.
Selama berada di Aachen, Yanuar dan Calista tidak hanya memperoleh pengalaman berharga dalam menjalankan riset di laboratorium berstandar internasional, tetapi juga belajar langsung tentang perbedaan budaya laboratorium dan praktik penelitian antara Jerman dan Indonesia. Pada hari pertama, keduanya mengikuti pelatihan instruksi keselamatan yang mencakup regulasi laboratorium, prosedur penanganan bahan kimia, protokol eksperimen, sistem manajemen limbah, serta penilaian bahaya. Pengalaman ini menegaskan betapa kuatnya penekanan pada aspek keselamatan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam lingkungan riset Jerman.
Selama program berlangsung, Yanuar dan Calista terlibat dalam kegiatan riset setiap harinya. Yanuar berfokus pada pemulihan litium dari baterai LFP bekas melalui berbagai rute pelindian hidrometalurgi, meliputi pelindian asam organik menggunakan asam asetat dan asam format, pelindian asam anorganik menggunakan asam sulfat dengan dan tanpa hidrogen peroksida (disolusi lengkap), pelindian air untuk pemulihan litium tahap awal (Early-Stage Lithium Recovery/ESLR), serta pelindian alkali untuk penyisihan aluminium menggunakan natrium hidroksida (NaOH) yang dilanjutkan dengan parameter asam format terpilih. Guna mengevaluasi pengaruh parameter operasi secara sistematis, ia menerapkan metodologi Design of Experiments (DoE) dengan perangkat lunak OriginLab. Hasil eksperimen dianalisis menggunakan alat statistik ANOVA, sedangkan konsentrasi litium ditentukan melalui pengukuran ICP-OES. Melalui pendekatan ini, Yanuar mengidentifikasi kondisi operasi optimum sekaligus membangun dasar kajian kinetika pada berbagai waktu reaksi dan suhu. Di sisi lain, Calista berfokus pada optimasi dan pemurnian litium karbonat (Li₂CO₃) daur ulang untuk aplikasi bermutu baterai. Penelitiannya mencakup penyisihan pengotor, presipitasi litium karbonat, pertumbuhan kristal, kristalisasi fraksional, rekristalisasi, dan tahapan pemurnian untuk meningkatkan kualitas produk. Dengan mengevaluasi pengaruh parameter operasi seperti suhu, pH, dosis reagen, dan kondisi kristalisasi, Calista menentukan kondisi proses optimum untuk menghasilkan litium karbonat bermutu tinggi dari material baterai daur ulang. Kedua proyek tersebut berkontribusi dalam memajukan teknologi daur ulang baterai yang berkelanjutan serta mendukung pemenuhan kebutuhan masa depan terhadap material baterai yang kritis.
Di luar kegiatan riset, Yanuar dan Calista berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara di RWTH Aachen University, mulai dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Interaksi tersebut memungkinkan keduanya untuk saling bertukar gagasan, memperluas wawasan akademik, dan memahami ragam budaya pendidikan serta penelitian dari penjuru dunia. Di luar kesibukan akademik, Yanuar dan Calista secara mandiri menjelajahi beberapa negara Eropa selama masa tinggal mereka di Jerman, antara lain Belanda, Swiss, Prancis, Luksemburg, Belgia, Republik Ceko, Austria, dan Polandia. Perjalanan tersebut memberikan kesempatan berharga untuk mengenal berbagai budaya, bahasa, tradisi, dan situs bersejarah di seluruh Eropa, sehingga keduanya memperoleh perspektif global yang lebih luas serta apresiasi mendalam terhadap keberagaman budaya.
Momen berkesan lain selama perjalanan mereka adalah perjumpaan dengan diaspora Indonesia yang tinggal di Jerman maupun negara-negara Eropa lainnya. Baik di Aachen maupun saat berwisata, Yanuar dan Calista disambut hangat oleh sesama warga Indonesia yang berbagi cerita, pengalaman, dan wawasan seputar kehidupan di luar negeri. Perjumpaan ini membantu keduanya tetap terhubung dengan tanah air meskipun berada ribuan kilometer dari Indonesia. Masa tinggal mereka di Jerman juga bertepatan dengan dua perayaan Islam yang penting, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Pada kedua kesempatan tersebut, Yanuar dan Calista bergabung bersama komunitas Muslim setempat dan sesama warga Indonesia untuk melaksanakan salat Id. Salah satu momen paling berkesan adalah berkumpul setelahnya untuk menikmati hidangan khas Indonesia seperti ketupat dan opor ayam. Merayakan hari besar keagamaan di luar negeri menjadi pengalaman yang tak terlupakan sekaligus cerminan nyata dari kuatnya rasa solidaritas di antara warga Indonesia yang tinggal di luar negeri.
Program mobilitas riset ini dilaksanakan dalam rangka memperluas pengalaman riset internasional, mempererat kolaborasi akademik, serta meningkatkan pengetahuan teknis di bidang daur ulang baterai LFP. Melalui IUP Teknik Kimia FT UGM, program ini memungkinkan Yanuar dan Calista untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan riset bertaraf internasional, mengembangkan perspektif global serta kemampuan komunikasi lintas budaya, dan membangun jejaring profesional bersama mahasiswa serta peneliti dari berbagai latar belakang akademik dan budaya. (Kontributor: Yanuar Rizky Darmawan Laksono, Calista Ayesha, Terjemahan: Apri Rohmanto, Editor: Franky Argus Adiwena)
