Tim penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) berhasil mengembangkan katalis bifungsional berbasis limbah yang berpotensi meningkatkan produksi biodiesel dari minyak jelantah. Inovasi ini memanfaatkan limbah botol plastik PET dan cangkang telur sebagai bahan katalis berkinerja tinggi sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan.
Yogyakarta — Pneumonia masih menjadi salah satu tantangan kesehatan serius, terutama pada kelompok balita. Keterbatasan akses terhadap fasilitas diagnostik dan tenaga kesehatan membuat proses identifikasi penyakit tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan NeumaScope, inovasi alat skrining dini pneumonia non-invasif yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan sensor multimodal.
Perkembangan kendaraan listrik, pusat data, kecerdasan artifisial, hingga digitalisasi industri diproyeksikan membawa perubahan besar terhadap kebutuhan listrik Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, sistem ketenagalistrikan dituntut tidak hanya mampu menyediakan energi dalam jumlah yang cukup, tetapi juga andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Hasil Assessment Infrastruktur dan Mitigasi Risiko Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/9), di Ruang Multifunction 1 FT UGM. FGD ini menjadi forum untuk memaparkan hasil assessment kondisi infrastruktur pascagempa sekaligus membahas kebutuhan penanganan dan strategi pemulihan di wilayah terdampak.
Yogyakarta (10/9/2026) — Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi di bidang energi melalui pemanfaatan jerami padi dan limbah grafit sebagai material untuk pengembangan anoda baterai ion-natrium. Kelima mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim PKM Riset Eksakta (PKM-RE) Carbonova yang berupaya mengembangkan alternatif material baterai sekaligus memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Penyakit periodontal masih menjadi salah satu persoalan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit periodontal di Indonesia mencapai 74,1 persen. Kondisi tersebut bahkan banyak ditemukan pada kelompok usia remaja.
Di ambang tenggelam, Muara Baru menghadapi ancaman banjir rob yang semakin nyata. Kenaikan muka air laut yang disertai penurunan muka tanah membuat kawasan pesisir Jakarta semakin rentan diterjang banjir rob. Persoalan ini menjadi semakin serius karena kawasan ini bukan sekadar permukiman pesisir, melainkan salah satu pusat aktivitas ekonomi kelautan yang strategis.
Tim OSTOSENSE Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) berhasil merancang inovasi sistem deteksi dini kebocoran kantong stoma yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) dan mampu berjalan secara lokal pada perangkat tanpa bergantung pada internet. Inovasi ini dirancang untuk membantu pasien stoma mendeteksi kebocoran sebelum benar-benar terjadi, sekaligus memberikan notifikasi kebocoran aktual secara real-time melalui pemantauan jarak jauh.
Volume sampah styrofoam di Indonesia yang terus menumpuk setiap tahun mendorong lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada merancang material pengemasan baru bernama MUSHFOAM. Berbeda dari styrofoam konvensional yang butuh ratusan tahun untuk terurai, material ini dibangun dari jalinan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) yang tumbuh mengikat limbah pertanian menjadi lembaran padat, ringan, dan dapat dikomposkan setelah dipakai.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melalui penelitian bertajuk “Analisis Tren Komunitas Pelari di Jogja melalui Kajian Sosial-Spasial dalam Perspektif Kewilayahan” tengah mengkaji perkembangan aktivitas komunitas pelari serta pola pemanfaatan ruang publik di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana aktivitas lari tidak hanya berkembang sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi fenomena sosial yang membentuk interaksi, pola navigasi, dan pemaknaan terhadap ruang perkotaan.