Universitas Gadjah Mada menetapkan tiga perwakilan Fakultas Teknik UGM sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) periode 2026–2031, yakni Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. sebagai unsur dosen guru besar, Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng. sebagai unsur dosen non guru besar, dan Mochamad Soleh, S.T., M.T. sebagai unsur alumni. Ketiganya terpilih melalui proses seleksi resmi pada 2026 di UGM untuk memperkuat peran MWA dalam menetapkan kebijakan strategis dan pengawasan institusi berbasis kompetensi.
Prof. Tumiran merupakan guru besar di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi yang memiliki keahlian di bidang sistem tenaga listrik dan energi. Ia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan kebijakan energi nasional serta aktif dalam berbagai forum strategis di sektor ketenagalistrikan. Sementara itu, Dr. Muslim Mahardika dari Departemen Teknik Mesin dan Industri dikenal sebagai akademisi yang fokus pada rekayasa manufaktur dan material. Ia memiliki rekam jejak kuat dalam riset terapan, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi yang terhubung dengan kebutuhan industri.
Dari unsur alumni, Mochamad Soleh, M.T. membawa pengalaman praktis dari sektor industri sebagai bagian dari PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan. Ia memiliki kompetensi dalam riset dan pengembangan teknologi ketenagalistrikan serta pengalaman dalam implementasi kebijakan teknis di tingkat nasional. Keterlibatannya mencerminkan kontribusi alumni dalam menjembatani dunia akademik dan industri.
Kombinasi keahlian akademik dan pengalaman profesional ini memperkuat posisi Fakultas Teknik UGM dalam mendorong kebijakan universitas yang lebih adaptif dan berbasis data. Peran ketiganya di MWA diharapkan mampu memperkuat arah pengembangan pendidikan, riset unggulan, serta kolaborasi dengan industri. Dampak langsungnya adalah peningkatan kualitas lulusan, relevansi kurikulum, dan kontribusi nyata UGM terhadap pembangunan nasional.
Keterwakilan ini juga menunjukkan komitmen Fakultas Teknik UGM dalam mendukung tata kelola universitas yang transparan, inklusif, dan berorientasi masa depan. Sinergi antara guru besar, akademisi, dan praktisi menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga efektif dalam implementasi. (Tim Humas FT UGM)