Morowali, 27 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai temu alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali. Pertemuan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum strategis untuk membahas kontribusi alumni terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang metalurgi, yang menjadi tulang punggung industri di Morowali.
Pertemuan dipimpin oleh Achmanto Mendatu (Head of Human Resources (HRD) IMIP) yang mengajak para alumni untuk berbagi pengalaman selama bekerja di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) serta harapan kepada UGM untuk semakin memperkuat keilmuan metalurgi melalui riset, kurikulum, dan kolaborasi dengan dunia industri. Mereka menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan kawasan industri untuk menjawab tantangan teknologi serta kebutuhan tenaga ahli di sektor pengolahan mineral.
Salah satu poin penting yang mengemuka adalah rencana program magang mahasiswa UGM di IMIP. Para alumni menilai, kesempatan magang akan membuka ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa, sekaligus memperkenalkan mereka pada dinamika industri strategis nasional. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik lapangan.
Selain itu, alumni juga berbagi pengalaman bekerja di IMIP kepada pimpinan fakultas yang hadir. Cerita-cerita tersebut mencakup tantangan teknis, adaptasi budaya kerja, hingga peluang inovasi yang bisa diintegrasikan ke dalam pengembangan kurikulum di kampus. Salah satu hal yang menarik adalah kebutuhan akan kemampuan berbahasa mandarin yang dapat menjadi salah modal transfer teknologi dalam proses kolaborasi penelitian. Secara langsung, dialog ini memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan UGM sebagai pusat unggulan dalam mencetak tenaga profesional yang siap menghadapi era transformasi industri.
Prof. Selo selaku Dekan Fakultas Teknik yang hadir menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan dapat bertemu langsung dengan para alumni menegaskan bahwa kisah-kisah alumni merupakan bukti kuat bahwa Fakultas Teknik mampu menghasilkan lulusan terbaik yang berkontribusi nyata bagi bangsa. Lebih jauh, pimpinan fakultas menekankan bahwa pengalaman alumni akan dibawa kembali ke kampus sebagai modal pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masa depan, sehingga kurikulum dan strategi pendidikan semakin relevan dengan perkembangan industri.
Pertemuan alumni di IMIP tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jejaring, memperkaya wawasan, dan meneguhkan kontribusi UGM dalam mendukung pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia. (Rina Satriani)