Di tengah meningkatnya urgensi transisi energi global, inovasi mahasiswa Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di level internasional. Fatakhilah Yusro, mahasiswa Program Sarjana Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada angkatan 2022, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang REVOGY 2026 Business Case Competition.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy UGM ini bukan sekadar lomba biasa. Dengan partisipasi lebih dari 300 tim dan individu dari berbagai negara seperti Jepang, Australia, dan Amerika Serikat, REVOGY 2026 menjadi arena adu gagasan bagi talenta muda dalam merancang solusi nyata bagi masa depan energi berkelanjutan.
Mengusung tema “Synergizing Renewable Power: Shaping the Energy Transition for a Sustainable Future,” kompetisi ini menantang peserta untuk menyelesaikan studi kasus kompleks terkait implementasi Carbon Capture Storage (CCS) pada industri pulp and paper, dengan fokus pada integrasi terhadap infrastruktur yang sudah ada.
Sejak tahap awal, Fatakhilah menunjukkan dominasinya dengan berhasil menempati peringkat pertama pada tahap preliminary. Tidak berhenti di situ, pada tahap final yang mempertemukan para finalis terbaik, ia kembali tampil unggul dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus: First Winner (Juara 1), Best Speaker, dan Best Presentation.
Solusi yang diusung Fatakhilah mengangkat konsep Hub-Based CCS, sebuah pendekatan terintegrasi yang memungkinkan berbagai sumber emisi karbon terhubung dalam satu sistem transportasi dan penyimpanan bersama. Model ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang skala ekonomi dalam implementasi CCS.
Fatakhilah mengevaluasi dampak penerapan CCS terhadap produksi steam serta kebutuhan energi di dalam proses industri pulp and paper. Selain itu, kajiannya juga menyoroti strategi penempatan CCS agar proyek dapat mencapai tingkat kelayakan finansial (bankable dan profitable), termasuk melalui optimalisasi mekanisme perdagangan karbon seperti Voluntary Carbon Market (VCM) international registry.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fatakhilah secara pribadi, tetapi juga mencerminkan kapasitas mahasiswa Indonesia dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan yang solutif, aplikatif, dan berorientasi masa depan. Di tengah transisi menuju energi bersih, inovasi seperti yang ditawarkan dalam REVOGY 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran krusial dalam membentuk arah keberlanjutan dunia.
Artikel disadur dari akun Instagram resmi DTETI FT UGM.