Ruteng dan Borong, Nusa Tenggara Timur – Fakultas Teknik UGM terus berkontribusi dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana gempa Flores 2026 melalui kegiatan rapid assessment bangunan terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah daerah dalam memperoleh data awal mengenai kondisi bangunan terdampak gempa sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam melakukan penilaian kerusakan secara cepat, sistematis, dan terdokumentasi.
Mitigasi Bencana
Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur – Fakultas Teknik UGM terus berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana gempa Flores 2026 melalui program pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan penilaian awal kerusakan bangunan dan infrastruktur secara cepat, terukur, dan berbasis data. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Rapid Assessment Kerusakan Bangunan di sejumlah wilayah terdampak, yaitu Borong, Dampek, dan Pota. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung percepatan identifikasi kondisi bangunan dan infrastruktur setelah gempa sekaligus membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
Ruteng, Nusa Tenggara Timur – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Teknik UGM menggelar sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Rapid Assessment di Pos Tanggap Bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan fakultas dalam upaya percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, namun juga berada di wilayah dengan risiko bencana yang tinggi. Terletak di kawasan cincin api dan di atas 13 zona megathrust, Indonesia menghadapi ancaman gempa besar yang tak terelakkan. Pertanyaannya, seberapa siapkah kita menghadapi bencana tersebut?