Yogyakarta, 23 Agustus 2026 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM kembali mengadakan acara ”Sinau Bareng DTMI” 08) sebagai ajang pengenalan wawasan industri melalui praktisi kepada mahasiswa. Pada acara yang telah mencapai seri ke-5 ini, melalui tajuk ”Navigating The Future of Fertilizer: Critical Engineering Roles in Innovation, Sustainability, and Talent”, DTMI mengundang Ir. Majus Luther Sirait, S.T., M.B.A., IPM. dari PT Petrokimia Gresik (Persero) sebagai narasumber.
Membagikan pengalamannya kepada mahasiswa di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI, Luther, demikian panggilan akrabnya, menyatakan bahwa perkembangan yang telah dan akan selalu diupayakan untuk tercapai oleh PT Petrokimia Gresik berangkat dari permasalahan ketersedian pangan di Indonesia, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang pecah pada 2025. “Ketika konflik di Timur Tengah berdampak kepada seluruh negara di dunia, Indonesia malah dapat meningkatkan produksi padi dan beras sebesar 7%,” tutur Luther. Pencapaian tersebut, menurut Luther, berkat dari beberapa kebijakan pemerintah, antara lain penurunan 20% untuk harga pupuk, perubahan regulasi rantai pasok pupuk dari 145 ke 1 regulasi, serta kontrol terhadap impor dan mendorong ekspor. Dalam mendukung kebijakan tersebut, Luther menyatakan Petrokimia melakukan peningkatan produksi pupuk dan non pupuk sebesar 11 juta ton per tahun, yang dapat terlaksana dengan fasilitas produksi yang mendukung, seperti sarana penjernihan air, pengolahan limbah, tangki bahan kimia, sarana pendukung logistik dan rantai pasok, serta pembangkit listrik.
Berpengalaman selama lebih dari 20 tahun di bidang pabrik, Luther mendorong mahasiswa FT UGM, terutama dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin dan Industri untuk berfokus pada kompetensi dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan. ”Industri ke depannya tidak hanya melihat IPK, namun juga kreativitas apa saja yang kalian lakukan di luar kuliah, baik sifatnya akademik maupun non akademik, sehingga perbanyaklah mengikuti kegiatan dan lomba,” tutur Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia tersebut. Selepas lulus dan menjadi teknisi, Luther menambahkan, selama mereka disiplin dan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), terus mengembangkan inovasi, serta memperbanyak kolaborasi lintas fungsi, maka lulusan teknik akan mampu untuk menyelesaikan tantangan dan masalah di dunia industri. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga mendorong mahasiswa teknik untuk mahir menggunakan AI dalam analisis pengolahan data sehingga saat masuk ke dunia industri, maka mereka dapat mencapai tujuan perusahaan untuk menjadi bisnis yang safe, reliable, efficient, dan sustainable.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FT UGM, Prof. Ali Awaludin menyatakan bahwa kesempatan ini sangat berharga bagi mahasiswa. ”Kami merasa beruntung karena melalui Sinau Bareng ini, mahasiswa dapat dikenalkan kepada persoalan dan tantangan yang muncul di industri,” tuturnya. Senada dengan itu, Sekretaris Program Studi Sarjana Teknik Mesin, Dr. Akmal Irfan Majid, yang menjadi moderator acara berharap mahasiswa dapat memperoleh banyak wawasan dari Sinau Bareng ini. ”Kesempatan berdialog dengan Pak Luther sebagai direktur adalah kesempatan yang mahal, semoga mahasiswa memperoleh insight yang berharga,” tuturnya. (Gusti Purbo Darpitojati)