Jumat, 9 Januari 2026, peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-80 Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) resmi dibuka di Lapangan Satu Bumi. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan sambutan Dekan FT UGM, Prof. Selo.
SDGs15
Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) meraih 14 dari total 71 penghargaan pada Malam Anugerah Insan Berprestasi UGM 2025 yang diselenggarakan pada 9 Desember 2025. Capaian tersebut menempatkan FT UGM sebagai salah satu fakultas dengan perolehan penghargaan terbanyak pada ajang tersebut.
Yogyakarta, 14 Desember 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang beretika dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam Nitilaku UGM 2025, agenda budaya kampus yang digelar Universitas Gadjah Mada dengan tema “Ruwat Rawat Kebangsaan.” Dalam ajang yang berlangsung di tengah cuaca hujan tersebut, FT UGM tampil solid dengan melibatkan lebih dari 100 tenaga kependidikan dan berhasil meraih Juara 3 pada Lomba Kirab Budaya Nitilaku 2025, dari total kontingen se-UGM yang berjumlah lebih dari 50 kontingen dari semua unit kerja dan organisasi di lingkungan UGM.
Selasa, 11 November 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meneguhkan komitmennya terhadap ilmu pengetahuan yang berpihak pada kemanusiaan melalui pengukuhan Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM. sebagai Guru Besar dalam bidang Teknik Bioproses pada Fakultas Teknik UGM. Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Humanitarian Bioprocess Engineering: Inovasi Teknik Bioproses untuk Pengabdian Masyarakat”, Prof. Wiratni menekankan bahwa ilmu teknik bioproses tidak hanya berperan dalam skala industri, tetapi juga dapat menjadi solusi efektif dan murah untuk berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, mulai dari pangan, energi, hingga air bersih.
Banjir kembali menjadi isu yang tak pernah absen setiap musim hujan. Dari Jakarta, Bali, hingga kota-kota besar lain di Indonesia, banjir kerap merugikan masyarakat, melumpuhkan aktivitas, bahkan menimbulkan korban jiwa. Lalu, mengapa masalah yang sama terus berulang?
Dalam rangka penguatan upaya mewujudkan kampus cerdas dan ramah lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerapkan Building Management System (BMS) di Gedung SGLC. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan, memantau, dan mengendalikan operasional gedung, mulai dari HVAC, pencahayaan, hingga keamanan. Kehadirannya memungkinkan efisiensi energi sekaligus peningkatan kenyamanan bagi seluruh pengguna gedung.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menunjukkan komitmen nyatanya terhadap pelestarian lingkungan dengan merawat pohon seperti Meranti dan Daun Payung yang tumbuh di kawasan kampus. Upaya ini tidak sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung pada penyerapan karbon dan perbaikan kualitas udara, yang sejalan dengan agenda global penanganan perubahan iklim.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan delegasi University of Melbourne (UoM) pada Kamis–Jumat (25–26/09) di Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) FT UGM. Delegasi UoM diwakili oleh Faculty of Architecture, Building, and Planning yang dipimpin langsung oleh Prof. Julie Willis selaku Dekan, serta perwakilan dari Faculty of Engineering and IT. Dari pihak FT UGM hadir Dekan, Prof. Selo, beserta jajaran Wakil Dekan, Manajer Layanan Pendidikan, Pengembangan Akademik dan Pascasarjana, Manajer Layanan Penelitian dan Hilirisasi, Ketua Departemen, serta perwakilan dosen pengurus dari berbagai departemen terkait.
Banyuwangi memiliki program “Banyuwangi Hijau” untuk mendukung pengelolaan sampah yang sirkular. Sementara sampah organik di Banyuwangi sudah dimanfaatkan menjadi kompos, sampah anorganik masih menjadi masalah. Akan tetapi, bagi Wahidhania Inna Yakut (Teknik Elektro, 2022) dari Tim KKN-PPM UGM SRONO 2025, sampah anorganik justru bisa menjadi pintu gerbang untuk menghadirkan perubahan.