Fakultas Teknik UGM menunjukkan kepeduliannya terhadap kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan di Lapas IIB Sleman. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan dan diskusi kerja sama program pengabdian di lapas pada Sabtu, 21 Februari 2026. Tujuan utama diskusi ini membahas penyelarasan kurikulum pelatihan teknis yang relavan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
pengabdian
Apresiasi Fakultas Teknik bagi Insan Berpengaruh dalam Bidang pengabdian, Penelitian, dan Kerja Sama
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan Penganugrahan Kilas Balik Pelaksanaan dan Apresiasi untuk Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Penelitian, dan Kerja Sama di Auditorium SGLC pada Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, serta membaca doa menurut kepercayaan masing-masing.
Dalam mengatasi tantangan pengelolaan air tanah di daerah rawan bencana, sebuah proyek penelitian dilaksanakan di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Proyek ini merupakan bagian dari tesis mahasiswa Program Studi Magister Teknik Geologi, yang berfokus pada efektivitas sumur dangkal dalam menurunkan muka air tanah sebagai strategi mitigasi risiko likuifaksi. Penelitian ini berlangsung dari 4 Februari 2025 hingga 31 Desember 2025.
Di jantung Desa Bantan Air, muncul sebuah masalah mendesak: pengelolaan sampah plastik yang mencemari lingkungan dan kurangnya infrastruktur desa yang tertata baik. Untuk mengatasi tantangan ini, program KKN-PPM dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memulai inisiatif pembuatan alat pencetak eco-paving, yang menghasilkan paving block dari limbah plastik sebagai alternatif ramah lingkungan. Inisiatif ini bukan hanya sebagai respons terhadap krisis lingkungan, tetapi juga sebagai langkah menuju pembangunan berkelanjutan.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Produksi Gula Cair dan Coconut Aminos” pada Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Adana Gula Semut, Dusun Penggung, Krengseng, Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama Keluarga Alumni Teknik Gadjah Mada (KATGAMA) memulai pembangunan Wisma Seturan FT UGM melalui peletakan pondasi pertama pada 19 Desember 2025 di kawasan Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Dekan FT UGM Prof. Selo menyampaikan bahwa pembangunan ini bertujuan menyediakan hunian yang layak, tertata, dan terjangkau bagi civitas Fakultas Teknik, sekaligus memastikan pemanfaatan aset kampus berjalan secara berkelanjutan dan bermanfaat luas.
Yogyakarta, 15 Desember 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menegaskan komitmennya terhadap akses pendidikan global dengan menerima perwakilan ISNAD Foundation, lembaga yang mendukung pelajar Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia. Pertemuan ini membahas peluang bagi calon mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di FT UGM, sekaligus membuka jalan dukungan konkret berupa skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol rupiah.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui rangkaian kegiatan kemanusiaan Sedekah Sumur. Pada Sabtu, 22 November 2025, tim FT UGM melaksanakan dua agenda monitoring di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul sebagai bentuk kesinambungan program penyediaan air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan.
Sepanjang tahun 2025, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) telah melaksanakan lebih dari 633 kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini menunjukkan komitmen FT UGM dalam menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan di lapangan dengan mengintegrasikan keilmuan teknik dan kebutuhan masyarakat.
Wonosobo, 10 Oktober 2025 — Wonosobo kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah tanaman bambu. Tanaman bambu tumbuh subur di berbagai wilayah Wonosobo, salah satunya di Kecamatan Sapuran. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala, diantaranya daya tahan yang rendah terhadap hama dan pelapukan, keterbatasan akses teknologi pengawetan, serta rendahnya nilai ekonomi produk bambu. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pengembangan industri berbasis bambu yang berkelanjutan dan menurunkan daya saing produk bambu di pasar.