Yogyakarta, 23 Juni 2026 — Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa perolehan Hak Kekayaan Intelektual nasional atas karya “Peta 3D Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang” menjadi bukti penguatan inovasi geospasial yang berdampak langsung bagi pendidikan, pengelolaan kawasan, dan mitigasi bencana. Capaian ini diperoleh pada 2026 melalui karya kolaboratif dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UGM yang mengembangkan peta tiga dimensi untuk menghadirkan informasi spasial kawasan secara lebih detail, akurat, dan mudah dipahami.
DTGD FT UGM menjelaskan bahwa peta 3D tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan data kawasan yang lebih lengkap dibandingkan peta konvensional. Tim pengembang memanfaatkan teknologi pemetaan dan pemodelan tiga dimensi agar Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang dapat divisualisasikan secara realistis untuk mendukung perencanaan wilayah, kegiatan pelatihan, pengelolaan aset, promosi wisata, serta manajemen kebencanaan.
Karya ini menunjukkan bahwa riset di FT UGM tidak berhenti pada luaran akademik. Riset tersebut juga menghasilkan produk teknologi yang dapat digunakan oleh masyarakat, pengelola kawasan, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lain. Peta 3D ini membantu pengguna memahami kondisi lapangan sebelum mengambil keputusan.
Tim pengembang karya ini melibatkan Dr. Yulaikhah; Dr. Bambang Kun Cahyono; Ruli Andaru, Ph.D.; Prof. Trias Aditya Kurniawan Muhammad; Azis Mulya Affandy; Lissatu Qurrotil Ainiyyah; Muhammad Azhar Rafi’ Samudra; Fiqri Fahra; Iqbal Hanun Azizi, S.T.; Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc.; Dr. Diyono; Prof. Nurrohmat Widjajanti; Dr. Bilal Ma’ruf; Dr.Eng. Purnama Budi Santosa; serta Heri Sutanta, Ph.D.
Perolehan HKI nasional ini memperkuat posisi FT UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menghasilkan teknologi terapan. Pengakuan tersebut juga menunjukkan kapasitas DTGD FT UGM dalam mengembangkan ilmu geodesi, geomatika, pemetaan digital, dan teknologi informasi geospasial untuk kebutuhan pembangunan wilayah.
Karya ini memiliki manfaat strategis bagi pengelolaan kawasan di Indonesia. Pemerintah, pengelola aset, dan pelaku wisata dapat menggunakan model spasial tiga dimensi untuk membaca kondisi wilayah secara lebih cepat. Data visual yang lebih jelas juga dapat membantu proses edukasi lapangan dan pelatihan kebencanaan.
Capaian ini turut memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan FT UGM. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa terlibat dalam proses inovasi yang menghasilkan produk terdaftar secara nasional. Pola kolaborasi ini menjadi modal penting bagi pengembangan teknologi geospasial yang lebih luas.
Melalui karya tersebut, DTGD FT UGM menunjukkan bahwa teknologi geospasial dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi akademik, tetapi juga mendukung tata kelola kawasan yang lebih aman, informatif, dan berkelanjutan.