Prestasi dihadirkan oleh Dien Muhammad Scientivan Kurniapramono, mahasiswa Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) di kancah blockchain internasional. Dien menjabat sebagai Technical Lead UGM Blockchain Club (UGMBCC) dengan mebawa pulang kemenangan berupa dua track sekaligus pada UHI9 Hookanthon, ajang puncak dari program inkubasi Uniswap Hook Incubator angkatan ke-9 yang diselenggarakan oleh Atrium Academy.
Uniswap merupakan protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, di mana pengguna dapat menukar aset digital secara otomatis tanpa peratara. Versi terbarunya, Uniswap v4, mengenalkan konsep hook yang merupakan modul tambahan yang emmungkinkan pengembang menyisipkan logika khusus ke dalam setiap pool likuiditas. Hal ini mengakibatkan perilaku pool dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. Uniswap Hook Incubator (UHI) merupakan program inkubasi yang diselenggarakan oleh Atrium Academi untuk mendampingi pengembang dari seluruh dunia dalam merancang dan membangun hook tersebut melalui rangkaian workshop yang berujung pada babak hackathon.
Hookathon merupakan penyebutan untuk hackathon yang diselenggarakan dalam rangkaian program Uniswap Hook Incubator. Hal ini berfokus pada pemanfaatkan (utilization) hook pada Uniswap v4. Hookkathon merupakan program inkubasi blockchain dengan skala internasional yang terbuka bagi peserta di seluruh dunia. Namun, agar bisa berpartisipas, peserta harus menjalani proses ketat berupa pengajuan berkas dan wawancara sebelum rangkaian workshop intensif yang berujung pada babak hackathon.
Dien mendapatkan kemenangan dalam dua track yang berbeda, yaitu Impermanent Loss & Yield Systems Track dan Reactive Network Track, dengan hadiah masing-masing senilai $1.000 sehingga total hadiah yang diraih mencapai $2.000. Pencapaian ini diraih secara solo, tanpa tim, di tengah total hadiah keseluruhan hookathon yang mencapai $25.000, yang terbagi ke beberapa track yaitu Impermanent Loss & Yield Systems ($13.000), General Track ($7.000), dan Reactive Network ($5.000). Pengumuman kemenangan disampaikan resmi oleh Atrium Academy melalui akun X (Twitter) pada Jumat (19/6) pukul 11.00 WIB, masing-masing untuk track Impermanent Loss & Yield Systems dan track Reactive Network.
Dien membawakan proyek berjudul Veritas, yang berisi sistem berbasis Uniswap v4 yang mengubah sinyal keaslian konten menjadi skor risiko on-chain bernama Dilution Risk Score (DRS). Skor ini digunakan dalam dua hal sekaligus, yaitu sebagai gerbang yang menghalangi konten duplikat atau hasil replika AI untuk menghimpun modal dan sebagai acuan dalam menyesuaikan proteksi fee dalam Liquidity Provider (LP) secara otomatis. Dengan begitu, risiko impermanent loss yang biasa ditanggung LP dapat ditekan tanpa memerlukan otoritas terpusat.
Pembaruan skor DRS berjalan secara otomatis dan lintas-chain berkat dukungan dari Reactive Network, tanpa memerlukan tindakan manual dari pengguna setiap kali kondisi pool berganti. Mekanisme ini diuji secara reaktif begitu terjadi perubahan kondisi, bahkan dari chain lain. Pencapaian Dien ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa FT UGM dalam merancang solusi infrastruktur DeFi yang inovatif dan bersaing secara global. Prestasi membanggakan ini memperkuat posisi UGM sebagai kampus yang mencetak talenta unggul dalam bidang teknologi blockchain.