Munich, Jerman – Adnan Bima Fertino, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada angkatan 2023, tengah mengikuti Practical Program Student (PPS) di Technical University of Munich (TUM), Jerman, pada periode April hingga Juli 2026. Sebelum keberangkatan ke Jerman, Adnan berhasil meraih pendanaan beasiswa melalui program LPDP Equity Scholarship, yang menjadi salah satu dukungan utama dalam pelaksanaan kegiatan akademik internasional ini. Program PPS ini dilaksanakan di Department of Aerospace and Geodesy, TUM School of Engineering and Design, di bawah bimbingan Prof. Dr. Walter Timo de Vries, serta mendapatkan pendampingan akademik dari Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku dosen pembimbing dari Universitas Gadjah Mada. Selama kegiatan berlangsung, Adnan terlibat dalam berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada administrasi pertanahan, sistem informasi geospasial, serta perencanaan ruang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mencakup penguatan kemampuan analisis spasial melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan data geospasial dengan pendekatan perencanaan wilayah modern.
Pada tahap awal, Adnan mengikuti mata kuliah Land Administration and Land Information Systems (LALIS) yang berfokus pada administrasi pertanahan, sistem informasi lahan, dan perencanaan wilayah berbasis data spasial. Pembelajaran dilakukan melalui kombinasi perkuliahan, studi mandiri, serta pengembangan proyek yang mengintegrasikan analisis spasial dalam konteks perencanaan kawasan. Proses pembelajaran diawali dengan identifikasi kawasan studi, eksplorasi data spasial, serta penerapan metode analisis menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap struktur permukiman, bentuk kawasan terbangun, sistem transportasi, mobilitas, serta infrastruktur hijau sebagai dasar penyusunan konsep perencanaan awal. Tahapan berikutnya meliputi pengumpulan data lapangan, evaluasi hasil analisis melalui sesi umpan balik akademik, serta pengembangan model dan visualisasi spasial yang mencakup aspek mobilitas, sumber daya air, energi, dan lingkungan. Selain itu, Adnan juga mempelajari dampak perubahan iklim terhadap kawasan perkotaan serta konsep ekonomi properti dan valuasi lahan dalam mendukung perencanaan wilayah yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian pembelajaran tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam proyek akhir berupa studi kasus perencanaan wilayah yang dipresentasikan pada sesi presentasi akhir program.
Melalui mata kuliah ini, Adnan memperoleh pengalaman dalam penerapan analisis spasial, pengelolaan data geospasial, serta pengembangan solusi perencanaan berbasis administrasi pertanahan dalam konteks internasional.
Selain itu, Adnan juga mengikuti mata kuliah Property Rights and Land Tenure Systems yang membahas hak atas tanah, sistem kepemilikan, serta perannya dalam tata kelola lahan dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu kegiatan utama dalam mata kuliah ini adalah simulasi ekonomi tanah di Togo, Afrika Barat, yang memberikan wawasan praktis mengenai pengambilan keputusan penggunaan lahan, dinamika pembangunan ekonomi, serta interaksi antar pemangku kepentingan dalam konteks regional.
Sebagai bagian dari pembelajaran akademik, Adnan juga menyusun karya ilmiah berjudul “The Importance of Mapping the Boundaries of Sultan Ground in Mitigating Land-Use Conflicts: A Literature Review.” Kajian ini menyoroti urgensi kepastian hukum dan pemetaan batas Sultan Ground (SG) dalam konteks dinamika tata ruang perkotaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketidakjelasan batas fisik lahan dinilai berpotensi menimbulkan konflik penggunaan ruang, sehingga pemetaan kadastral yang akurat menjadi instrumen penting dalam mendukung penyelesaian konflik agraria serta penguatan keamanan teritorial.
Sebagai luaran empiris, penelitian tersebut turut menghasilkan peta bertajuk “Peta Sebaran Tata Ruang Tanah Sultan Bersertifikat di Wilayah Administratif Kota Yogyakarta, 2025” dengan skala 1:3500. Pemetaan dilakukan menggunakan perangkat lunak Quantum GIS (QGIS) berdasarkan data dari Yogyakarta Geoportal Database dengan sistem proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) Grid dan Datum WGS 84 Zona 49S. Hasil analisis menunjukkan pola sebaran Sultan Ground bersertifikat yang membentuk klaster-klaster tertentu di wilayah perkotaan Yogyakarta.
Selain itu, dilakukan pula wawancara dengan perwakilan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk validasi kelembagaan untuk menyelaraskan hasil analisis spasial dengan kebijakan pertanahan dan dinamika regulasi agraria di tingkat lokal.
Dalam kegiatan proyek Land Administration and Land Information System, Adnan juga mengerjakan tugas perencanaan tata ruang berbasis data spasial yang melibatkan dua jenis wilayah, yaitu reference area dan blank area. Reference area digunakan sebagai acuan untuk memahami pola penggunaan lahan, jaringan jalan, serta struktur ruang eksisting, sedangkan blank area menjadi objek utama dalam perancangan tata ruang baru.
Output proyek mencakup peta penggunaan lahan, jaringan jalan, parcel, serta peta populasi untuk reference area, serta pengembangan desain spasial pada blank area yang meliputi peta 3D, peta overview penggunaan lahan, serta analisis tambahan seperti sistem air, curah hujan, dan distribusi populasi. Selain aspek teknis, analisis juga diperluas pada tema ruang hijau, energi, kebisingan, transportasi, dan infrastruktur sosial.
Melalui keseluruhan program ini, Adnan memperoleh pengalaman komprehensif dalam pemanfaatan sistem informasi geospasial untuk perencanaan wilayah, serta memahami keterkaitan antara administrasi pertanahan, kebijakan ruang, dan pembangunan berkelanjutan dalam konteks global.
Di luar kegiatan akademik, Adnan juga berkesempatan menjelajahi berbagai negara di Eropa selama masa tinggalnya di Jerman, antara lain Belanda, Prancis, Ceko, Austria, dan Luksemburg. Perjalanan tersebut memberikan pengalaman lintas budaya yang memperluas wawasan global, mulai dari kanal Amsterdam, jembatan bersejarah di Praha, hingga arsitektur klasik di Salzburg dan Paris dengan kondisi iklim yang sangat kontras.
Selain itu, pengalaman kunjungan ke berbagai landmark seperti Eiffel Tower, Arc de Triomphe, serta kawasan alam seperti Eibsee dan Königssee di Jerman turut memperkaya perspektif budaya dan sejarah Eropa secara langsung.
Momen lainnya adalah interaksi dengan diaspora Indonesia di berbagai negara yang dikunjungi, yang menciptakan ruang kebersamaan di tengah perantauan. Pengalaman mobilitas lintas negara di Eropa juga memberikan perspektif baru mengenai integrasi wilayah dan sistem transportasi internasional. Program Practical Program Student ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kompetensi akademik, kemampuan analisis geospasial, serta pemahaman internasional dalam bidang administrasi pertanahan dan sistem informasi geospasial.
Melalui pengalaman ini, Adnan Bima Fertino memperoleh penguatan kapasitas riset, wawasan global, serta kemampuan komunikasi lintas budaya yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan. (Adnan Bima Fertino, Editor: Franky Argus Adiwena)

