Tim “Kata Kevin klo menang ditraktir” yang terdiri dari mahasiswa Teknik Biomedis Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTIN) ICONLAB 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tim yang beranggotakan Hammam Abdullah, Kevin Kurniawan Cahyadi, dan Ahdania Aurora Rihadatul Aisy mendapatkan bimbingan olehIr. Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D. selama perlombaan berlangsung.
ICONLAB 2026 merupakan kompetisi dan inovasi pada bidang teknologi informasi yang mengangkat tema “Innovating Technology for Sustainable Society 5.0”. Keegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi gagasan inovatif terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Babak final diselenggarakan pada Sabtu (23/5) lalu di Universitas Negeri Semarang dengan diikuti oleh seluruh finalis terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Pada perlombaan ini, Tim “Kata Kevin klo menang ditraktir” mengusung karya tulis ilmiah yang bertajuk “Integrasi Biosensor SERS Berbasis Biomarker Saliva (IGF-1 & Ghrelin) sebagai Sistem Deteksi Dini Stunting Non-Invasif di Era Society 5.0”. Inovasi ini menghadirkan fokus pengembangan metode deteksi dini stunting yang mudah, cepat, dan no-invasif melalui peanfaatan biomarker saliva.
Karya ilmiah ini menggabungkan teknologi Surface-Enhanced Raman Spectroscopy (SERS) untuk mendeteksi biomarker Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) dan Ghrelin yang berperan dalam proses pertumbuhan anak. Berbasis saliva pada tubuh manusia, sistem diharapkan mampu mejadi alternatif skrining stunting yang lebih nyaman dibandingkan dengan metode konvensional. Hal ini merupakan upaya dalam pencegahan dan intervensi sejak dini.
Capaian yang didapat Tim “Kata Kevin klo menang ditraktir” menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu kesehatan, rekayasa biomedis, dan teknologi sensor untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan implementasi konsep Society 5.0 yang menempatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia serta menjadi solusi penyelesaian tantangan pebangunan di Indonesia.