Mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Biduk Biduk Berlabuh, Sub-unit Kampung Teluk Sulaiman, Tafwid Mahabbah, melaksanakan program kerja berupa pembuatan peta estimasi cadangan karbon di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Program ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai persebaran dan potensi cadangan karbon pada tutupan vegetasi di wilayah kampung sebagai informasi pendukung dalam pengelolaan lingkungan dan kawasan hutan.
Peta yang dibuat pada 12 Juli 2026 tersebut memanfaatkan data spasial ESA CCI Above-Ground Biomass yang diintegrasikan menjadi estimasi cadangan karbon. Pengolahan juga didukung oleh citra satelit Sentinel-2 Level-2A akuisisi 2025 serta data batas wilayah Kampung Teluk Sulaiman. Melalui pengolahan data spasial dan analisis citra satelit, diperoleh gambaran estimasi cadangan karbon yang terkonsentrasi pada tiga kelas tutupan vegetasi, yaitu mangrove, semak belukar, dan hutan rimba.
Program pemetaan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan. Informasi mengenai cadangan karbon dapat menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan perhatian terhadap perlindungan tutupan hutan, mengingat kawasan berhutan memiliki peran penting dalam menyimpan karbon sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem daratan.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa hutan rimba memiliki estimasi cadangan karbon terbesar, yakni sekitar 1.089.708,782 tonC, dengan rata-rata cadangan karbon sebesar 135,623 tonC/ha. Sementara itu, semak belukar memiliki estimasi cadangan karbon sekitar 29.618,524 tonC dengan rata-rata 119,270 tonC/ha, sedangkan mangrove memiliki estimasi cadangan karbon sekitar 4.547,925 tonC dengan rata-rata 125,845 tonC/ha.
Temuan tersebut menunjukkan besarnya potensi kawasan berhutan Kampung Teluk Sulaiman dalam menyimpan karbon. Informasi spasial ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah kampung memahami persebaran kawasan dengan potensi cadangan karbon serta menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menjaga tutupan hutan dan mengantisipasi perubahan penggunaan lahan.
Suryandi Lesmana, S.Pd., selaku sekretaris Kampung Teluk Sulaiman menyampaikan ketertarikannya terhadap program tersebut. “Kami sangat tertarik dengan program pemetaan cadangan karbon ini dan mendukung penuh. Peta ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi kampung, terutama sebagai arsip dan bahan pendukung apabila ke depannya terdapat program pemerintah yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan hutan,” ujarnya.
Peta estimasi cadangan karbon tersebut kemudian dipresentasikan kepada perangkat Kampung Teluk Sulaiman pada 28 Juli 2026. Sebagai tindak lanjut, Tafwid berkolaborasi secara interdisipliner dengan Ruth Mutiara Sharon Siringoringo dari program studi Ilmu Ekonomi dalam penyusunan policy brief berjudul “Perlindungan Cadangan Karbon Teluk Sulaiman Berbasis Pemetaan Awal dan Pengelolaan Kampung”. Kolaborasi tersebut turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penggabungan pendekatan spasial dan kebijakan dalam mendukung pengelolaan lingkungan kampung.
Meski demikian, peta yang dihasilkan masih merupakan estimasi awal dan tidak dimaksudkan sebagai dasar perdagangan karbon maupun inventarisasi karbon resmi. Diperlukan verifikasi lapangan dan pengukuran lebih lanjut untuk memperoleh data cadangan karbon yang lebih akurat. Dengan demikian, hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun basis data lingkungan serta mendukung upaya perlindungan tutupan hutan Kampung Teluk Sulaiman secara berkelanjutan.
Penulis/Editor: Tafwid Mahabbah, Sumber/Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Biduk Biduk Berlabuh, Teluk Sulaiman, Berau, Kalimantan Timur
