Tika Rianna Iswardhani, S.T.Tr., M.Eng., ialah sang peraih predikat lulusan terbaik program magister Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) pada wisuda pascasarjana periode III tahun ajaran 2025/2026. Ia lulus dengan predikat cum laude dengan IPK nyaris sempurna, 3,99. Ia menempuh konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru & Terbarukan, sebuah bidang yang kini menjadi garda depan dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi masa depan.
SDGs
Di tengah geliat inovasi mahasiswa yang semakin kompetitif, Tim GEOSPECTERA dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Setelah melalui seleksi ketat sebagai perwakilan Indonesia, tim ini sukses meraih Distinction Award—penghargaan tertinggi—dalam ASEAN Geospatial Challenge 2026 yang diselenggarakan di Singapura.
Permasalahan sampah seakan tidak pernah ada habisnya. Berbagai upaya pencegahan dan pengolahan telah dilakukan oleh individu, kelompok, hingga instansi pemerintah. Melalui langkah strategis pengolahan sampah nasional, Kementrian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggencarkan program Pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Penyelenggaraan PSEL mulai digencarkan di berbagai wilayah guna memastikan kecukupan pasokan dan keberlanjutan fasilitas. Namun, pengembangan teknologi ini memiliki halangan yang besar yaknik meledaknya sampah domestik yang didominasi oleh sampah organik basah.
Di tengah meningkatnya urgensi transisi energi global, inovasi mahasiswa Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di level internasional. Fatakhilah Yusro, mahasiswa Program Sarjana Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada angkatan 2022, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang REVOGY 2026 Business Case Competition.
Berada di Fakultas yang kental akan rumus dan teori, mendorong kita untuk mempelajari ilmu interdisipliner yang dapat membuat kita mudah beradaptasi di dunia profesional. Bertajuk “Pengembangan Kapasitas Dengan Networking“, kuliah umum pascasarjana digelar secara daring pada aplikasi zoom yangdengan narasumber Bebeb AKN Djunjunan, duta besar Indonesia untuk Yunani. Kegiatan ini dimoderatori oleh I Made Andi Arsana, dosen program studi teknik geodesi FT UGM. Sesi kuliah umum disampaikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, mengingat adanya mahasiswa pascasarjana dari program internasional.
Pertumbuhan insfrastruktur yang semakin pesat memerlukan pengelolaan tata ruang yang baik dan penuh pertimbangan. Menyikapi hal ini, Universiti Putra Malaysia bekerja sama mengirimkan perwakilan mahasiswanya untuk academic visit di Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada Jumat 24 April 2026 hingga Sabtu 25 April 2026 yang meliputi kunjungan ke FT UGM dan destinasi wisata di Yogyakarta.
Siapa sangka, peraih gelar Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik UGM 2026 memulai langkahnya dari manifesting? Orva Linnisa Husaina, mahasiswi Teknik Fisika angkatan 2023, sudah menanamkan mimpinya sebagai Mapres sejak semester satu lewat manifesting berbagai postingan dan pengalaman Mapres. Dari sana, mimpinya perlahan menjadi nyata.
Kiprah Mahasiswa Arsitektur UGM di Kancah Global: Bersinar di Konferensi dan Kompetisi Internasional
Prestasi membanggakan ta henti-hentinya ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Teknik UGM hingga mencapai ke level internasional. Mahasiswa prodi arsitektur terbang menuju Universitas Kitakyusu, Jepang pada 23 Februari–10 Maret 2026. Perwakilan Fakultas Teknik mengikuti Internasional Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) dan Kompetisi International Design Workshop UK SERP.
“A good decision is not the most prestigious option. It is the most aligned option,” ujar Dian Prama Irfani, Direktur PT Pertamina Marine Solutions sekaligus alumni Pascasarjana Fakultas Teknik UGM, dalam sesi motivasi pelepasan wisudawan pascasarjana periode 2025/2026.
Fakultas Teknik selama ini dikenal sebagai fakultas yang didominasi oleh laki-laki. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, namun kini perempuan telah hadir sebagai angin segar di dunia keteknikan. Di era modern, perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk menempuh pendidikan dan berkarier sejajar dengan laki-laki. Diskriminasi dan pandangan sebelah mata terhadap perempuan di dunia profesional pun semakin berkurang. Hal ini tidak terlepas dari peran Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan.