Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada dari lintas bidang mengembangkan PolPay, sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu perbankan maupun telepon genggam. Tim PolPay terdiri atas Tiara Ramadhani dan M. Rakhma Aifil Indira dari Ilmu Aktuaria, Al Farabi Obiansyah dari Teknik Mesin, Marcelino Budi Prakasya dari Ilmu Komputer, serta Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda dari Elektronika dan Instrumentasi.
SDGs
Yogyakarta — Pneumonia masih menjadi salah satu tantangan kesehatan serius, terutama pada kelompok balita. Keterbatasan akses terhadap fasilitas diagnostik dan tenaga kesehatan membuat proses identifikasi penyakit tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan NeumaScope, inovasi alat skrining dini pneumonia non-invasif yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan sensor multimodal.
Yogyakarta — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan studi (campus visit) dari MAN 1 Boyolali pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Fakultas Teknik UGM ini diikuti oleh 180 siswa-siswi beserta guru pendamping sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan para pelajar mengenai pendidikan tinggi di bidang keteknikan.
Perkembangan kendaraan listrik, pusat data, kecerdasan artifisial, hingga digitalisasi industri diproyeksikan membawa perubahan besar terhadap kebutuhan listrik Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, sistem ketenagalistrikan dituntut tidak hanya mampu menyediakan energi dalam jumlah yang cukup, tetapi juga andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Hasil Assessment Infrastruktur dan Mitigasi Risiko Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/9), di Ruang Multifunction 1 FT UGM. FGD ini menjadi forum untuk memaparkan hasil assessment kondisi infrastruktur pascagempa sekaligus membahas kebutuhan penanganan dan strategi pemulihan di wilayah terdampak.
Penyakit periodontal masih menjadi salah satu persoalan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit periodontal di Indonesia mencapai 74,1 persen. Kondisi tersebut bahkan banyak ditemukan pada kelompok usia remaja.
Di ambang tenggelam, Muara Baru menghadapi ancaman banjir rob yang semakin nyata. Kenaikan muka air laut yang disertai penurunan muka tanah membuat kawasan pesisir Jakarta semakin rentan diterjang banjir rob. Persoalan ini menjadi semakin serius karena kawasan ini bukan sekadar permukiman pesisir, melainkan salah satu pusat aktivitas ekonomi kelautan yang strategis.
Volume sampah styrofoam di Indonesia yang terus menumpuk setiap tahun mendorong lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada merancang material pengemasan baru bernama MUSHFOAM. Berbeda dari styrofoam konvensional yang butuh ratusan tahun untuk terurai, material ini dibangun dari jalinan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) yang tumbuh mengikat limbah pertanian menjadi lembaran padat, ringan, dan dapat dikomposkan setelah dipakai.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melalui penelitian bertajuk “Analisis Tren Komunitas Pelari di Jogja melalui Kajian Sosial-Spasial dalam Perspektif Kewilayahan” tengah mengkaji perkembangan aktivitas komunitas pelari serta pola pemanfaatan ruang publik di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana aktivitas lari tidak hanya berkembang sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi fenomena sosial yang membentuk interaksi, pola navigasi, dan pemaknaan terhadap ruang perkotaan.
Tim PKM-PI SIPROTEX Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) berhasil merancang inovasi dan mengimplementasikan ALAT SIPROTEX (Sistem Integrasi Proses dan Roll Textile) di Sentra Batik Sutari, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Inovasi ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga tahapan produksi batik, meliputi pewarnaan, pelorotan malam, dan pemerasan kain dalam satu alat untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas proses produksi batik.