Seminar Internasional digelar di meeting room 2 Gedung SGLC pada 24 Juni 2026. Bertemakan Smart Agrivoltaic Nusantara, seminar ini membahas membangun kedaulatan pangan, energi, dan air berbasis teknologi hijau dari desa untuk Indonesia. Seminar ini menjadi bentuk kerja sama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Acara dihadiri oleh berbagai pihak seperti perangkat desa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), peserta umum, peserta daring, hingga mahasiswa. Materi di sampaikan oleh para ahli dibidangnya, diantaranya Leonardo A. A. Teguh Sambodo, S.P, M.S, PhD. sebagai Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kementrian PPN/Bappenas; Ahmad Agus Setiawan S.T., M.Sc., Ph.D sebagai Kepala Laboratorium Energi terbarukan UGM; Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D sebagai Dosen/Peneliti FTP UGM dan Tenaga Ahli Menteri PPN Bappenas, Prof. Nofri Yenita Dahlan, Ph.D sebagai Direktur Solar Research Institute, UiTM Malaysia; serta Dr. Asmaa’ Zainal Abidin seabagai Peneliti di Solar Panel Research Institute, UiTM Malaysia. Acara seminar berlangsung lancar dengan moderator Apri Tri Nugroho, S.T., M.Eng., seorang Peneliti di Renewable Energy Systems and Planning UGM.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Wakil Dekan bidangPenelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Ir. Ali Awaludin, Ph.D. Wakil Dekan menyampaikan bahwa Fakultas Teknik (FT) merupakan fakultas yang paling dekat dengan inovasi dan penerapan teknologi. Ilmu pengetahuan harus dapat dimanfaatkan dan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat luas. Kampus sendiri merupakan rumah bagi ilmu pengetahuan, selayaknya rumah kayu yang telah diterapkan di FT UGM, berbagai bidang ilmu telah diterapkan. Hal ini menjadi harapan dan motivasi untuk dapat terus berkarya dan berinovasi. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan kepada pembicara dan moderator.
Direktorat pengabdian masyarakat turut memberikan sambutan dengan mengatakan bahwa teknologi harus dapat mencapai masyarakat dengan harga yang terjangkau. Penyuluhan tentang bagaimana cara merawat suatu teknologi juga perlu diajarkan agar keberlanjutan tetap berjalan tidak hanya sampa masa pakai saja tapi dalam waktu yang lama. Teknologi yang telah kita ciptakan dan gunakan harus dapat kembali ke masyarakat, sehingga perlu usaha kita bersama baik anak muda ataupun pemegang kepentingan utuk dapat meningkatkan kualitas pangan di Indonesia.
Teknologi merupakan hal yang paling kita gunakan untuk dapat mengolah sumber daya alam. Menurut Ahmad Agus Setiawan S.T., M.Sc., Ph.D, menggunakan teknologi dapat menyelesaikan segala permasalahan termasuk dalam bidang agrikultur. Permasalahan yang terjadi di masyarakat terjadi karena kurangnya akses pengetahuan, teknologi, dan tata kelola energi masyarakat. Disinilah tugas kita untuk dapat membantu masyarakay untuk dapat menyelesaikan permasalahannya dengan menggunakan teknologi.
Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D menjelaskkan mengenai mekanisme pertanian yang dapat memanfaatkan teknologi untuk memajukan bidang pertanian. Kolaborasi dan integrasi pertanian dengan pengetahuan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Perlu terjadinya “Pertanian Presisi” yang merupakan pertanian yang sesuai dengan porsi dan kebutuhan dengan sensor, meningkatkan produktivitas, data dan info yang diperoleh real time, meningkatkan kualitas sumber daya alam, dan monitoring kontrol. Pertanian modern memafaatkan integrasi antara drone dan sensor untuk pemenuhan pemantauan.
Perwakilan UiTM memaparkan teknologi yang telah dilangsungkan di Malaysia dan bisa menjadi solusi penyelesaian masalah di Indoesia. Dengan memanfaatkan solar panel, permasalahan mengenai seringnya mati listrik dapat diselesaikan tetapi tetap dengan mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. Kegiatan ditutup dengan makan siang bagi seluruh peserta seminar. (Humas FT: Haniifah Multivana)
