PEKANBARU — Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama beserta tim pakar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru di Kediaman Dinas Walikota Pekanbaru pada Kamis (18/6). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow kerja sama strategis FT UGM bersama mitra daerah guna memperkuat sinergi antara dunia akademis dan tata kelola pemerintahan.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penjajakan kerja sama komprehensif, meliputi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), mitigasi bencana banjir, serta transformasi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan.
Wakil Dekan menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan komitmen nyata universitas dalam melakukan hilirisasi hasil riset agar dapat diaplikasikan langsung dalam menjawab tantangan di masyarakat.
”Pihak perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi. Hasil riset dan ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan harus dihilirkan agar memberikan kemaslahatan nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Ali Awaludin.
Dalam diskusi, tim pakar FT UGM menawarkan pendekatan holistik terkait pengelolaan lingkungan. Berdasarkan pengalaman penataan di lingkungan kampus, penyelesaian masalah sampah tidak dapat bertumpu pada aspek teknologi semata, melainkan harus diawali dengan rekonstruksi budaya masyarakat. Edukasi pemilahan sampah dari hulu menjadi fondasi utama sebelum mengintegrasikan teknologi deteksi volume dan sistem pengolahan digital.
Menanggapi gagasan tersebut, Walikota Pekanbaru menyambut baik dan menyatakan bahwa visi yang ditawarkan sejalan dengan prioritas kerja pemerintah kota saat ini. Pemkot Pekanbaru kini tengah memprioritaskan pembenahan sistem internal dan penguatan edukasi publik.
”Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini menekankan pentingnya aspek edukasi manual dan pembangunan kesadaran masyarakat sebelum mengadopsi sistem teknologi yang dinamis. Kami sepakat bahwa esensi utama dari penataan kota berada pada nilai edukasinya,” ungkap Agung Nugroho.
Selain pengelolaan lingkungan, audiensi ini juga membahas pemanfaatan teknologi fotogrametri berbasis drone oleh Tim Teknik Geodesi FT UGM. Inovasi ini ditargetkan untuk melakukan sinkronisasi data wilayah demi mengoptimalkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta memetakan kawasan rawan banjir secara presisi. Walikota Pekanbaru berharap keahlian tata ruang dan hidrologi dari FT UGM dapat membantu memformulasikan solusi jangka panjang bagi penanganan banjir di Pekanbaru.
Kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjuti audiensi ini ke dalam pembaruan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar pelaksanaan program-program strategis di masa mendatang. (Humas: Mega)