Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) sukses merampungkan rangkaian roadshow kerja sama strategis di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (19/6). Kunjungan pamungkas yang menyasar PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) ini menjadi aksi penutup yang krusial setelah sebelumnya delegasi fakultas menuntaskan agenda serupa di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru.
Rangkaian lawatan ini dirancang secara komprehensif untuk meninjau efektivitas program hilirisasi akademik serta merancang cetak biru (blueprint) kolaborasi masa depan bersama mitra industri penyokong ekonomi nasional.
Mengawali agenda di kompleks industri, rombongan FT UGM disambut hangat di APRIL Learning Institute (ALI) oleh Bumantara Gani, selaku Talent Management Program Manager. Pertemuan ini difokuskan sebagai ruang diskusi pemetaan peluang kolaborasi lanjutan dan laporan evaluasi berkala terhadap kemitraan yang telah terjalin erat sejak tahun 2022 antara UGM dan APRIL Group.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah optimalisasi Program Praktisi Mengajar demi integrasi kurikulum yang adaptif. Pihak fakultas menegaskan perlunya keterbukaan silabus di awal semester agar para ahli dari ranah korporasi dapat menyuntikkan materi aplikatif langsung ke dalam perkuliahan. Melalui metode ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menguasai teori teks, tetapi juga peka terhadap identifikasi bahaya serta mitigasi risiko (hazard and risk) yang riil di lapangan operasional.
“Sinergi akademik-industri bukan lagi sekadar opsi melainkan urgensi strategis. Kami di Fakultas Teknik UGM berkomitmen memastikan kurikulum 42 program studi di bawah 8 departemen selalu selaras dengan dinamika industri modern” ungkap Ali Awaludin.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT RAPP menyambut baik inisiatif keterlibatan industri dalam program fakultas. Hubungan mutualisme yang harmonis ini telah terbukti dari berbagai capaian nyata, mulai dari program dosen magang industri yang diinisiasi pada tahun 2023, pembangunan infrastruktur Co-Working Space eksklusif di lantai 4 gedung SGLC FT UGM, hingga kucuran beasiswa prestisius RAPP Scholar bagi mahasiswa jenjang sarjana dan program Master by Research.
Kendati demikian, evaluasi berkala juga menyoroti aspek capaian akademis para penerima beasiswa, terutama pada program studi berkurikulum padat guna mengantisipasi fluktuasi capaian prestasi akademik. FT UGM menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan intensif serta program mentoring, khususnya pada dua tahun pertama masa perkuliahan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan teoretis paling tinggi.
Dalam kesempatan diskusi ilmiah tersebut, dipaparkan pula portofolio kapabilitas riset terapan FT UGM yang siap dikolaborasikan. Berbekal sejarah panjang sejak berdiri tahun 1946, FT UGM juga memamerkan keunggulan riset berbasis implementasi digital modern. Di antaranya adalah proyek Digital Twin 3 dimensi berbasis sensor terintegrasi real-time besutan Teknik Geodesi dan Teknik Elektro yang sukses memantau efisiensi energi gedung, volume sampah, serta manajemen kebencanaan banjir.
Selain itu, Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) memaparkan keunggulan spesifik mereka. Sebagai satu-satunya pengampu program studi nuklir di Indonesia yang tahun depan siap membuka International Undergraduate Program (IUP), fokus riset kini diarahkan pada pemanfaatan reaktor radioisotop untuk teranostik medis (terapi dan diagnosis kanker) serta ketahanan pangan nasional. Sementara itu, bidang Teknik Fisika menonjolkan kurikulum general engineering terapan yang mewajibkan mahasiswa tingkat akhir menyusun capstone design berupa dokumen rekayasa Front-End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design (DED) berbasis problematik pabrik nyata.
“Pendidikan tinggi harus melahirkan solusi nyata bagi tantangan operasional mitra. Kami telah berhasil mengimplementasikan kajian keselamatan dan integritas mekanik berbasis kecerdasan buatan (soft sensor AI) di kilang minyak, serta merancang Operator Training Simulator (OTS) skala industri bagi perusahaan petrokimia nasional. Kompetensi teknologi digital dan automasi proses inilah yang siap kami transformasikan ke dalam sistem manufaktur pulp dan paper di RAPP” ungkap Faridah.
Selepas diskusi kurikulum dan teknologi, orientasi kunjungan dialihkan secara khusus ke aspek penguatan sosial masyarakat. Rombongan melakukan kunjungan lapangan ke RGE Community Center. Kedatangan delegasi universitas disambut hangat oleh Thomas Handoko selaku RGE Community Center Head.
Rangkaian roadshow di Bumi Lancang Kuning ini kemudian resmi diakhiri dengan kunjungan penutup ke unit Community Development (CD) APRIL Group. Langkah akhir ini menjadi pijakan krusial untuk menyelaraskan program hilirisasi riset FT UGM, seperti teknologi yang mendukung ketahanan pangan dengan program pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh divisi CD perusahaan. Melalui integrasi ini, program pengabdian masyarakat UGM ke depan diharapkan dapat berjalan simultan dengan investasi sosial berkelanjutan milik korporasi. (Penulis: Mega Setyowati)