Seminar Pemikiran Bulaksumur 50 dilangsungkan di Balai Senat UGM pada Rabu, 24 Juni 2026. Mengangkat tema Academic Leadership Rektor Kedua UGM Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, seminar ini membahas mengenai krisis iklim, mitigasi bencana, dan inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Acara dimulai dengan sambutan oleh Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai ketua DGB UGM dengan diiringi oleh Prof, Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P sebagai sekretaris DGB UGM, dan Gita Wirjawan, BBA. MBA., MPA, seorang pengusaha, kepala BKPM, dan menteri Perdagangan KIB II yang bertugas sebagai keynote speaker, sertaProf. Dr. Christiana Rini Indrati, M.Si sebagai komisi 3 DGB UGM yang bertugas sebagai moderator pada seminar ini.
Seminar kali ini merupakan diskusi yang dirancang untuk meneladani sikap dan semangat Prof. Dr. Ir. Herman Johannes dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Turut hadir pembicara dari berbagai rumpun pengetahuan, diantaranya Prof. Dr. Eng. Kuwat triyana, M. Si. sebagai Dekan Fakultas MIPA yang memberi pemaparan mengenai “Profil keteladanan dan kepeloporan kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Herman Johannes” serta Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, Ph. D. sebagai rektor perempuan pertama UGM periode 2014–2017 dan kepala BMKG periode 2017–2025 yang mengangkat topik “Krisis iklim dan mitigasi bencana”.
Dekan Fakultas Teknik, Prof. Selo turut memberikan pandangannya dalam bidang teknologi ramah lingkungan dengan membawa topik “Inspirasi Prof. Ir. Herman Johannes terkait dengan inovasi dan solusi teknologi masa depan”. Mulanya, Prof. Selo menjelaskan inspirasi Prof. Herman Johannes yang memiliki lima karakter utama atau nilai luhur yang berupa penemu, perintis, patriot, berpikir alternatif, dan ulet dalam kesahajaan, nilai-nilai inilah yang menjadikan karya Beliau memiki tiga prinsip utama yaitu pemanfaatan sumber daya lokal (tepat guna), kemandirian bangsa, dan keberlanjutan.
Sebagai tokoh UGM, Prof. Herman Johannes mengatakan bahwa teknologi terbaik bukanlah teknologi yang paling mahal atau paling canggih secara kosmetik, melainkan teknologi yang menjawab kebutuhan nyara masyarakat dengan biaya murah dan material lokal. Mengangkat kutipan tersebut, Fakultas Teknik mengembangkan inovasi dengan tetap memegang prinsip merakyar, keberlanjutan, dan mandiri. Warisan terbersar yang diturunkan oleh Prof. Herman Johannes bukanlah karya fisik yang telah Beliau ciptakan, melainkan pola pikir (mindset) dan semangat yang humanis.
Sebagai bentuk komitmen Fakultas Teknik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, FT UGM telah menciptakan beberapa inovasi yang dapat berguna di masyarakat, diantaranya:
- Dwi Tunggal (SGLC-ERIC),
- The Concept of Empowerment and Cooperation: INDI-Community,
- Translating Research Into Practice for Food Security: GAMAHUMAT,
- Technical Assistance for Village Program in the Reconstruction of the Purwobinangun Bridge,
- “Bale Bambu” for the Community of Talaga Village, Cianjur, West Java, serta karya dan paten lainnya.
Penemuan ini merupakan hasil karya mahasiswa dan dosen dari Fakultas Teknik. Prof. Selo berharap bahwa segala inovasi dan pengembangan teknologi ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. (Humas FT: Haniifah Multivana)

