Yogyakarta, 28 April 2026, Fakultas Teknik UGM menjalin kemitraan strategis dengan CNGR Indonesia untuk membuka akses magang industri nikel di kawasan IMIP, Morowali, menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata sektor energi dan material strategis nasional.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan CNGR Indonesia akan segera meluncurkan program magang mahasiswa di industri pengolahan nikel. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus menjawab kebutuhan tenaga ahli di sektor pengolahan mineral, khususnya di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Program ini selaras dengan komitmen UGM dalam mendukung pembangunan industri berkelanjutan dan transisi energi nasional.
Dalam kerangka kerja sama tersebut, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai proses produksi, teknologi metalurgi, serta praktik keberlanjutan di lapangan. Program magang ini diharapkan menjadi jembatan antara teori akademik dan dinamika industri, sehingga lulusan UGM mampu menghadapi tantangan global di sektor energi dan material strategis. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Fakultas Teknik UGM : “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan mereka dalam konteks nyata. Dengan begitu, mereka akan menjadi bagian dari solusi atas tantangan energi dan lingkungan.”
Program ini mendapat dukungan penuh dari dua entitas di bawah CNGR Group yang beroperasi di kawasan IMIP, yakni PT Zhongtsing New Energy (ZTNE) dan PT CNGR Ding Xing New Energy (CDNE). Keduanya merupakan perusahaan metalurgi yang menilai program magang ini akan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa perihal tantangan teknis, budaya kerja, serta peluang inovasi yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum kampus.
Selain program magang bagi mahasiswa aktif, kerja sama ini juga membuka jalur rekrutmen bagi lulusan Fakultas Teknik UGM yang ingin berkarir di industri metalurgi internasional.
Melalui kemitraan ini, UGM meneguhkan perannya sebagai pusat unggulan pendidikan teknik yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. (Rina Satriani)