Sleman, 9 Mei 2026 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan MAN 3 Sleman menandatangani kerja sama edukasi pengelolaan sampah di MAN 3 Sleman. Kerja sama ini memperkuat peran FT UGM dalam mendorong literasi lingkungan, penguatan teknologi tepat guna, dan budaya minim sampah di lingkungan pendidikan.
Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurna, menyampaikan bahwa FT UGM menjadi inspirasi bagi sekolah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan program TPS3R FT UGM memberi contoh nyata tentang cara institusi pendidikan mengelola sampah secara mandiri, edukatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Singgih menyampaikan bahwa sekolah membutuhkan sinergi dengan perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat literasi teknologi bagi siswa. Ia juga berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih kompetitif.
Menurut Singgih, kerja sama ini dapat dikembangkan melalui laboratorium edukasi. Laboratorium tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami pengelolaan sampah secara langsung. Siswa juga dapat mengenal teknologi lingkungan sejak dini.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FT UGM, Prof. Ir. Ali Awaludin, menyampaikan bahwa FT UGM mulai berbenah dari persoalan sampah yang terjadi di kawasan TPS Piyungan. Saat itu, tumpukan sampah menjadi persoalan serius karena belum terkelola secara optimal.
Prof. Ali menjelaskan bahwa FT UGM memiliki tanggung jawab akademik untuk menghadirkan solusi. Para peneliti dari berbagai disiplin ilmu terlibat dalam upaya tersebut. FT UGM kemudian membangun TPS3R Graha Kara Grafika sebagai bentuk pengelolaan sampah mandiri, berkelanjutan, dan bernilai edukatif.
Ia menegaskan bahwa budaya minim sampah perlu tumbuh sebagai kebiasaan harian. Budaya tersebut tidak hanya penting bagi kampus. Budaya itu juga penting bagi sekolah dan masyarakat luas.
Melalui kerja sama dengan MAN 3 Sleman, FT UGM memperluas dampak program TPS3R ke lingkungan pendidikan menengah. Kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran baru tentang lingkungan, teknologi, dan tanggung jawab sosial. Program ini juga memperkuat kontribusi FT UGM dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.
Prof. Ali berharap kerja sama ini tidak berhenti sebagai hubungan kelembagaan. Ia berharap kolaborasi tersebut berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang erat. Kedua institusi juga diharapkan dapat saling membantu dan memperkuat silaturahmi.
Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. FT UGM dan MAN 3 Sleman dapat mengembangkan edukasi pengelolaan sampah yang lebih aplikatif. Kolaborasi ini juga dapat membentuk generasi muda yang lebih sadar terhadap keberlanjutan. (Aci Primasari, editor: Franky Argus Adiwena)