Upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah terus dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Setelah melakukan kunjungan industri ke Pura Group, rombongan FT UGM melanjutkan lawatan strategis dengan mengunjungi Pemerintah Kabupaten Kudus pada Jumat (8/5/2026).
Rombongan FT UGM yang dipimpin Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Ali Awaludin, hadir bersama sejumlah dosen dan perwakilan pusat kajian, di antaranya Bambang Kun Cahyono, Nur Abdillah Siddiq, Rachmadi Norcahyo, Mohammad Kholid Ridwan, serta Ni Nyoman Nepi Marleni.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, beserta jajaran pemerintah daerah di Pendopo Selatan Kantor Bupati Kudus. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi FT UGM dalam memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, setelah sebelumnya menjalin komunikasi intensif dengan sektor industri di Kudus.
Lawatan tersebut dinilai istimewa karena mempertemukan dua elemen penting dalam pembangunan daerah, yakni akademisi sebagai inovator dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen FT UGM dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam sambutannya, Bupati Kudus memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah dan berbagai bentuk kerja sama yang selama ini telah dijalin Pemerintah Kabupaten Kudus dengan berbagai pihak. Ia menyambut positif kehadiran FT UGM dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, khususnya pada bidang pengembangan teknologi, lingkungan, dan inovasi berbasis masyarakat.
Diskusi semakin hangat ketika Ni Nyoman Nepi Marleni memaparkan pengelolaan sampah dan sistem pengolahan air berkelanjutan. Topik tersebut memantik dialog intens antara jajaran pemerintah daerah dan tim FT UGM, mengingat isu pengelolaan lingkungan menjadi tantangan yang semakin penting di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan dan industri.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Bambang Kun Cahyono mengenai teknologi Digital Twin yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kota dan infrastruktur secara terintegrasi berbasis data real-time. Sementara itu, Mohammad Kholid Ridwan mempresentasikan sistem pemantauan energi atau energy monitoring system sebagai solusi efisiensi energi yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
Tak kalah menarik, Rachmadi Norcahyo turut memperkenalkan inovasi rekayasa teknik dari Departemen Teknik Mesin dan Industri yang mendukung optimalisasi pemanfaatan energi surya sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan.
Diskusi semakin dinamis ketika Ali Awaludin memperkenalkan Paviliun CLT Nusantara, bangunan pintar berbasis kayu yang dikembangkan FT UGM dengan dukungan sistem monitoring terintegrasi dan dapat dipantau secara real-time. Inovasi tersebut menarik perhatian jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus karena dinilai relevan dengan arah pembangunan berkelanjutan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Di akhir pertemuan, Pemerintah Kabupaten Kudus menyampaikan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan FT UGM dalam berbagai bidang strategis. Menanggapi hal tersebut, Ali Awaludin menyampaikan harapannya agar hubungan baik ini dapat segera ditindaklanjuti melalui kunjungan balasan dari Pemerintah Kabupaten Kudus ke lingkungan FT UGM.
“Kami menunggu kedatangan rombongan Pemkab Kudus untuk berkunjung dan menikmati secangkir kopi di Rumah Kayu FT UGM,” ujarnya.
Melalui lawatan ini, FT UGM menegaskan perannya bukan hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Penulis: Opal/disunting oleh: Mega Setyowati)
