Kota Pelajar, itulah julukan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Membawa label tersebut, berarti Yogyakarta harus mampu menjadi tempat yang nyaman bagi para calon generasi emas bangsa. Di sisi lain, agar simbiosis mutualisme dapat terjalin, seluruh elemen masyarakat yang telah merasakan nyaman dan tentramnya Yogyakarta juga harus turut andil menyelesaikan permasalahan yang timbul. Akan lebih baik lagi, apabila dapat mengembangkan kota ini menjadi lebih ramah dalam segala aspek dan tetap mengedepankan prinsip berkelanjutan.
SDGs12
Permasalahan sampah di Indonesia—khususnya Yogyakarta—telah menjelma menjadi momok menakutkan yang harus segera dituntaskan. Yap, ditutupnya TPS Piyungan beberapa tahun yang lalu masih menjadi kebingungan bagi banyak khalayak, bahkan sampai saat ini. Akan tetapi, jika ditilik lebih jauh, sebenarnya kita juga harus segera sadar dan mulai untuk mengurangi potensi timbulan sampah melalui gerakan konsumsi bijak dan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Limbah industri menjadi masalah serius yang harus segera ditangani. Meskipun sudah banyak inovasi manjur untuk mengolah maupun mereduksi dampaknya, tetap saja masih terdapat segudang pro dan kontra di dalamnya, biaya pengolahan yang terlalu mahal misalnya. Bahkan, saking seriusnya masalah ini, kampanye untuk konsumsi bijak dan mengurangi waste tertuang dalam Sustainable Development Goals poin 12.
Pada 2 hari pertama, para peserta telah mengenal budaya Indonesia lebih jauh dengan berkunjung ke situs budaya dan mendapatkan perkuliahan mengenai batik Indonesia. Namun tak afdal rasanya, jika tidak berkunjung dan mencoba membuat langsung ke tempat pembuatannya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan lapangan dari dosen dan mahasiswa University of Dundee, Skotlandia pada tanggal 24—27 Februari 2025. Peserta kunjungan terdiri atas 3 dosen dan 16 mahasiswa dari Duncan of Jordanstone College of Art & Design.
Yogyakarta, 14 Februari 2025 – Dalam pengelolaan sampah, rantai pasokan memiliki peran krusial, terutama saat terjadi situasi darurat sampah. Informasi mengenai ketersediaan offtaker pengelola sampah rumah tangga menjadi sangat penting. Sayangnya, di Provinsi DIY, belum ada basis data yang mencatat offtaker pengelola sampah. Oleh karena itu, pendataan terkait offtaker ini sangat diperlukan untuk mempercepat pembentukan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Provinsi DIY. Dengan adanya data yang lengkap, sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efisien dan efektif, sehingga masalah sampah yang ada dapat teratasi dengan lebih baik.
Negara Agraris menjadi julukan bagi tanah air tercinta yang paling sering terdengar karena sedari kecil selalu dikenalkan kepada warga Indonesia. Dinobatkan sebagai Negara Agraris berarti Indonesia menitikberatkan perekonomiannya ke sektor pertanian. Akan tetapi, terkadang kita masih mengartikan kegiatan dari sektor pertanian hanyalah bercocok tanam di sawah, padahal seharusnya lebih luas, yakni dapat berupa berkebun dan beternak.
Global warming—bahkan, ada yang menyebut global boiling akibat kenaikan suhu yang sangat drastis—selalu menjadi isu khusus yang dari tahun ke tahun terus dibahas. Bagaimana tidak? Keadaannya benar-benar genting, dibuktikan dari pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, pada Juli 2023 silam, bahwasanya bulan Juli 2023 merupakan bulan terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah kehidupan manusia.
Petani di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul-Yogyakarta tengah bertransisi dari pertanian konvensional ke sistem pertanian ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian agroekologi dan menghadapi dampak perubahan iklim seperti cuaca ekstrem dan kekeringan. Salah satu hasil unggulan dari upaya ini adalah bawang merah “Glowing” (Gede, Lebih Original & Berwawasan Lingkungan), yang dibudidayakan secara semi-organik. Selain menjaga ekosistem, produk ini juga menjadi daya tarik utama dalam pengembangan agrowisata di kawasan tersebut, yang selaras dengan tujuan SDGs, terutama poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT POMI (Paiton Operation & Maintenance Indonesia) telah mengambil langkah maju untuk mengimplementasikan ilmu akademis dengan keadaan nyata di Industri melalui program kunjungan riset baru-baru ini. Agenda yang berlangsung pada 10—12 Desember 2024 ini, berfokus pada peningkatan kemitraan penelitian supaya bermanfaat bagi dunia akademis dan industri energi, serta selaras dengan tujuan bersama SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).