Aachen, Jerman, 1-2 Juni 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) terus berkomitmen mempererat kerja sama internasional bersama universitas unggul dunia, salah satunya RWTH Aachen University. FT UGM, yang diwakili oleh Prof. Selo (Dekan), Prof. Ali Awaludin (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama), dan Prof. Indra Perdana (peneliti daur ulang baterai), melakukan kunjungan ke RWTH Aachen pada 1–2 Juni 2026. Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah memantapkan jalinan kerja sama dengan Institute for Process Metallurgy and Metal Recycling (IME), sebuah grup metalurgi terkemuka di Jerman. Kedatangan perwakilan FT UGM tersebut disambut hangat oleh kepala institut IME RWTH Aachen, Prof. Bernd Friedrich. Pertemuan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kerja sama yang telah dibangun oleh kedua institusi, tetapi juga memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.

Hubungan baik dengan IME telah dimulai sejak tahun 2019, khususnya dengan peneliti Departemen Teknik Kimia FT UGM, yang merupakan pengembangan dari payung kerja sama GetIn-CICERO antara UGM dan RWTH Aachen yang sudah berjalan jauh lebih dahulu. Kerja sama di bidang metalurgi dengan IME ini di antaranya dalam bentuk peningkatan kapasitas SDM, joint supervision, dan joint publication. Melalui jalinan kerjasama ini, dua mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) dari Departemen Teknik Kimia FT UGM baru saja menyelesaikan research internship selama tiga bulan di institute ini. Selain itu, peneliti IME RWTH Aachen juga terlibat dalam pembimbingan mahasiswa program magister Departemen Teknik Kimia FT UGM. Saat ini terdapat pula civitas FT UGM yang tengah menempuh studi doktoral bidang metalurgi di institut yang sama.
Sebagai institut yang berfokus pada penelitian nonferrous metallurgy dan metal recycling, IME RWTH Aachen unggul dalam mengembangkan teknologi metalurgi yang dimulai dari skala laboratorium hingga skala pilot. Lebih dari itu, penelitian yang berorientasi pada aplikasi industri menjadi atmosfer utama institut ini. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada teori fundamental atau eksperimen berskala kecil.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan UGM berkesempatan untuk melihat lebih dekat fasilitas laboratorium yang ada di IME RWTH Aachen dan mendapat penjelasan langsung dari Dr. Alexander Birich selaku Chief Engineer. Secara umum, berbagai fasilitas dikelompokkan menjadi fasilitas untuk penelitian hidrometalurgi dan pirometalurgi. Sebagai contoh, salah satu alat dari fasilitas pirometalurgi yang diperkenalkan adalah alat Top Blown Rotary Converter (TBRC) yang memiliki kapasitas hingga 1 ton dan dapat dioperasikan secara fleksibel untuk beragam material. Setelah berkeliling fasilitas laboratorium, perwakilan FT UGM terlibat dalam diskusi dengan peneliti IME RWTH untuk meningkatkan intensitas kerja sama yang telah dibangun. Dalam salah satu diskusinya, Prof. Indra Perdana menyampaikan aktivitas dan pencapaian riset daur ulang baterai litium di UGM. Topik ini menjadi salah satu poin kerja sama penting antara UGM dan IME karena keaktifan kedua institusi tersebut dalam riset daur ulang baterai litium.
(Beberapa Dokumentasi Kunjungan Laboratorium; Kiri: Vacuum Induction Furnace berkapasitas 14 Liter; Tengah: Area Instalasi TBRC furnace berkapasitas 1 ton; Kanan: Rotary Kilin Furnace )
Menutup agenda kunjungan tersebut, Prof. Bernd Friedrich menegaskan bahwa IME RWTH Aachen terbuka lebar bagi sivitas akademika UGM untuk berkolaborasi dan melakukan beragam aktivitas akademik seperti internship dan studi lanjut (baik program master, doktoral, maupun post-doctoral) di waktu yang akan datang. Disampaikan pula bahwa IME dapat menjadi mitra kerja sama bagi peneliti bidang metalurgi UGM dalam proses scaling-up hasil-hasil penelitian fundamental yang ada. Diharapkan pula dengan semakin eratnya rekam jejak kerja sama antara kedua institusi, beragam peluang pendanaan riset dan skema kolaborasi yang berkelanjutan, baik dari Jerman maupun Indonesia, dapat diperoleh dan diperkuat. (Korespondensi: Alam Dewandoro Jati, Laras Prasakti, Editor: Franky Argus Adiwena)


