Hasil riset yang dilakukan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melahirkan inovasi kendaraan listrik GATe-eKarsa yang dihibiahkan kepada Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Penyerahan hibah GATe-eKarsa kepada RSA UGM dilakukan secara simbolis oleh Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., kepada Direktur Utama Rumah Sakit Akademik UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B. Subsp. Onk (K) di Joglo Kumbakarna RSA UGM pada Rabu (22/7).
GATe-eKarsa (Gadjah Mada Airport Trasnporter-Kendaraan Elektrik RSA)merupakan kendaraan listrik yang dikembangkan oleh tim peneliti DTETI FT UGM dengan dipimpin oleh Ir. Eka Firmansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. sebagai solusi kebutuhan mobilitas di lingkungan rumah sakit yang mengedepankan aspek efisien, ergonomi, keselamatan, dan keberlanjutan. Inovasi GATe-eKarsa mendapatkan sambutan baik dari jajaran pimpinan RSA UGM karena kolaborasi ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, serta implementasi di bidang kesehatan. Kehadiran kendaraan listrik di lingkungan RSA UGM diharapkan tidak hanya mendukung operasional layanan, tetapi memberikan sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dan peneliti lintas disiplin. Pemanfaatan GATe-eKarsa di lingkungan RSA UGM diharapkan dapat menjadi laboratorium hidup (living laboratory) untuk setiap pengembang riset di berbagai aspek, seperti riset sistem kendaraan listrik, menejemen energi, Internet of Things (IoT), hingga integrasi teknologi cerdas untuk mendukung fasilitas rumah sakit di masa depan.
Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., berharap kolaborasi antara DTETI dan RSA UGM tidak berhenti pada pemanfaatan kendaraan listrik semata, tetapi dapat terus berkembang menjadi berbagai bentuk kerja sama yang memberikan dampak lebih luas. “Semoga kerja sama ini dapat dilanjutkan melalui berbagai potensi kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan implementasi teknologi sebagaimana telah disampaikan oleh Bapak Direktur RSA UGM. Kami berharap RSA UGM dapat menjadi living laboratory bagi sivitas akademika UGM dalam mengembangkan inovasi yang mendukung layanan kesehatan yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkap Prof. Hanung.
GATe-eKarsa adalah pengembangan terbaru dari keluarga kendaraan listrik yang telah dikembangkan Fakultas Teknik UGM yang berkelanjutan sejak tahun 2012. Pada periode sebelumnya, tim peneliti FT UGM mengembangkan Mobil Semar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kawasan terbatas. Inovasi dilanjutkan dengan hadirnya GATe (Gadjah Mada Airport Transporter) pada tahun 2014 untuk mendukung layanan di bandar udara dan sektor pariwisata.
Lahirnya berbagai teknologi ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa dan tim peneliti untuk dapat berkarya. Kolaborasi yang dilakukan ini menjadi penegas bahwa peran UGM sebagai universitas yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan hasil risetnya dapat diimplementasikaan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
