Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, Organisasi Riset Tenaga Nuklir, BRIN, menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pengembangan desain konseptual reaktor nuklir untuk pembangkit listrik uap dan industri berukuran kecil dan mikro. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat riset energi bersih, teknologi industri, dan kapasitas akademik FT UGM.
Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir BRIN, Prof. Dr.Eng. Topan Setiadipura, S.Si., M.Si., bersama Dekan FT UGM, Prof. Selo, membahas pentingnya kolaborasi riset nuklir yang aman, terukur, dan bermanfaat bagi kebutuhan energi masa depan. Agenda ini melibatkan dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika FT UGM, staf BRIN, serta Pusat Studi Energi UGM.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pengembangan desain konseptual reaktor nuklir skala kecil dan mikro. Teknologi ini memiliki potensi untuk menyediakan pasokan energi yang stabil bagi pembangkit listrik uap dan sektor industri.
FT UGM menilai kerja sama ini penting karena kampus perlu hadir dalam pengembangan teknologi energi yang rendah emisi. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi dosen dan peneliti untuk memperkuat kajian ilmiah di bidang teknologi reaktor nuklir.
BRIN membawa kapasitas riset nasional dalam teknologi reaktor nuklir. FT UGM memperkuat kontribusi akademik melalui keahlian dosen, riset energi, dan pengembangan sumber daya manusia bidang keteknikan.
Melalui kerja sama ini, FT UGM dapat memperluas dampak risetnya terhadap kebutuhan energi nasional. Kolaborasi ini juga mendukung penguatan industri yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Keterlibatan Pusat Studi Energi UGM menunjukkan bahwa isu energi tidak hanya dilihat dari sisi teknologi. Isu ini juga berkaitan dengan keberlanjutan, ketahanan energi, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kerja sama FT UGM dan BRIN diharapkan dapat menjadi dasar bagi riset lanjutan, pengembangan kapasitas akademik, serta pemanfaatan teknologi nuklir yang aman untuk kepentingan damai. Langkah ini memperkuat posisi FT UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi pada transisi energi dan pembangunan industri nasional. (Tim Humas FT UGM)