Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Universitas Gadjah Mada berhasil menorehkan prestasi di ajang Lomba Karya Studio Perencanaan Wilayah dan Kota Tingkat Nasional 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 14–15 September 2025. Dalam ajang tersebut, Tim UGM berhasil meraih Juara 2 untuk kategori Rencana Ruang pada Skala Kawasan/Rencana Tematik.
Fakultas Teknik
Pengurus Pusat Keluarga Alumni Teknik Gadjah Mada (KATGAMA) masa bakti 2025–2028 menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) pada Sabtu, 13 September 2025, di Hotel Best Western Premier The Hive, Jakarta. RAKERNAS dipimpin langsung oleh Ketua Umum Singgih Widagdo, didampingi Wakil Ketua Umum Mursyid Suyadi, serta Sekretaris Jenderal Dandung S. Harninto yang bertindak sebagai fasilitator jalannya rapat.
Tim Escobar dari Komunitas Gadjah Mada Building and Bridge (GMBB) berhasil meraih Juara 2 pada ajang Innovative Essay Competition (IEC), yang merupakan bagian dari rangkaian The 22nd Civil Engineering National Summit (CENS) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Prestasi ini diraih setelah Tim Escobar, yang beranggotakan 3 mahasiswa program studi Teknik Sipil, bersaing ketat dengan lima tim finalis lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Yogyakarta, 13 Agustus 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melahirkan inovasi penting yang memadukan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan pelestarian budaya. Agus Eko Minarno, mahasiswa Program Doktor Teknik Elektro, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Batik RVGAN: A Generative Adversarial Network with Retrieval for Generating Batik Motif Synthesis” di hadapan Dewan Penguji pada 20 Juni 2025. Penelitian ini menawarkan terobosan baru dalam pengembangan motif batik sintetis yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mempertahankan nilai estetika dan filosofi batik tradisional.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) terus memperluas jejaring kemitraan strategis untuk mendukung pengembangan teknologi di bidang teknik dan rekayasa. Salah satu potensi kolaborasi baru datang dari Voltrium Systems—perusahaan teknologi berbasis di Singapura yang menghadirkan solusi industrial computing dan advanced imaging untuk sektor pendidikan tinggi dan industri di kawasan Asia Tenggara.
Universitas Gadjah Mada menempatkan diri sebagai peringkat 1 pada pengindeks Sinta (Science and Technology Index) yang dikembangkan oleh Kemdikbud. Data per 1 Desember 2024, UGM membukukan angka 1.540.759 untuk SINTA Score 3 years, dan 4.164.496 untuk SINTA Score overall. Selain itu, masih pada periode yang sama, data menunjukkan bahwa pada 10 besar skor Sinta UGM, 5 di antaranya ditempati oleh dosen dari Fakultas Teknik.
FT-UGM. Kompetisi Smart Competition IES AAPG UGM-SC 2024 dilaksanakan selama dua tahap yaitu Prelimenary Round dan Final Round. Tahap Prelimenary Round dilaksanakan secara daring untuk memilih 4 tim dengan nilai tertinggi yang berhak masuk ke dalam Final Round yang diselenggarakan secara luring.
FT-UGM. Tim GAMAPALA menjadi satu-satunya perwakilan UGM dari Divisi 9 Piranti Cerdas, Sistem Benam & IoT. Divisi ini mengharuskan setiap tim menghasilkan laporan akhir, prototipe karya, dan makalah. Mengangkat tema monitoring radiasi, tim GAMAPALA mengusung karya GAMAPALAPA (Gadjah Mada Payload for Aerial Vehicle Application): Sistem Deteksi Radiasi Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Fotogrametri Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Pengelolaan Kawasan Berkelanjutan. Karya tersebut sukses menghantarkan mereka meraih Medali Perak (Juara II).
FT-UGM. Dalam kompetisi Project Management Challenge 2024, PROLOG Team mengangkat proyek “MANDALIKA: Mobile Application for Discovering and Exploring Lombok Attraction”, yang diharapkan mampu memperkenalkan Lombok pada wisatawan mancanegara melalui berbagai event menarik, salah satunya MotoGP.
Fakultas Teknik lekat dengan julukan “rumah bagi laki-laki”, “fakultas para pria”, dan masih banyak lagi label superior bagi mereka. Meskipun ungkapan tersebut tidaklah sepenuhnya salah, tetapi masih banyak orang di luar sana yang mendiskreditkan wanita dengan melihat bahwa idealnya seorang engineer adalah mereka para pria. Tidak perlu disuguhkan data, tidak perlu pura-pura menutup mata dan telinga, cukup diresapi, dan kembali tanyakan kepada diri sendiri “Apakah iya, selama ini, pikiran tersebut ada di sanubari?”