Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Mengukir Samosir menyelenggarakan program pembuatan dan penyerahan Peta Penutup Lahan dan Penggunaan Lahan di Desa Sialanguan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Program pemetaan ini digagas untuk menjawab persoalan
minimnya basis data geospasial di tingkat desa, sekaligus menjadi pilar utama yang mendukung perencanaan tata ruang dan optimalisasi potensi wilayah setempat.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan data spasial dan survei verifikasi lapangan (ground truthing) untuk mengidentifikasi tutupan lahan secara presisi. Dari hasil survei dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG), peta diterbitkan pada skala 1:5.000. Peta ini memuat informasi visual yang sangat rinci, mencakup jaringan jalan kolektor dan lokal, batas administrasi, fasilitas umum seperti kantor desa, hingga klasifikasi lahan yang terbagi
menjadi lahan terbangun dan lahan non-terbangun.
Pada tahap pelaksanaan akhir, tim KKN-PPM UGM menyerahkan luaran fisik berupa peta cetak berukuran A0 secara langsung kepada Kepala Desa di kantor desa setempat. Penyerahan ini bukan sekadar pemenuhan program kerja, melainkan wujud serah terima aset pangkalan data keruangan yang esensial. Peta ini dirancang khusus sebagai luaran informatif agar aparatur desa dapat memetakan potensi wilayahnya secara visual dan akurat.
Daniel Edward Hutagaol, mahasiswa Teknik Geodesi UGM yang menjadi penanggung jawab program kerja pemetaan ini, menjelaskan latar belakang serta harapannya atas luaran tersebut. “Peta ini kami susun melalui tahapan digitasi dan verifikasi lapangan yang teliti, sehingga merepresentasikan kondisi riil Desa Sialanguan. Harapan kami, peta penutup dan penggunaan
lahan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh aparatur desa, baik sebagai acuan dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan wilayah maupun untuk tata ruang di masa depan,” ujarnya.
Pemerintah Desa Sialanguan menyambut baik inisiatif dan dedikasi tim mahasiswa. Adanya peta yang informatif ini dirasakan langsung manfaatnya untuk mengenali batas administrasi dan sebaran lahan secara komprehensif. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa, program pembuatan peta ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan data jangka pendek, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemetaan presisi bagi
pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Pangururan. (Daniel Edward Hutagaol)