FT-UGM. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan gagasan perencanaan wilayah dan kota melalui ajang Youth Planner Competition (YPC) 5.0. Kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Perencana Indonesia ini mengangkat tema “Ruang Tangguh, Kota Utuh: Merancang Masa Depan Kota di Tengah Ancaman Bencana” sebagai upaya mendorong lahirnya solusi inovatif terhadap berbagai persoalan kebencanaan dan ketahanan kawasan di Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa UGM yang terdiri dari Zahra Nur Mutia Maharani dan Ananda Krisnha mengangkat karya berjudul “Strategi Mitigasi Regenerative Coastal Planning Berbasis Pemodelan Cellular Automata-Markov dan Valuasi Ekonomi terhadap Ancaman Inundasi Permanen Pesisir Kabupaten Demak.” Karya ini berfokus pada ancaman inundasi permanen di kawasan pesisir Kabupaten Demak akibat kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah, abrasi, serta perubahan penggunaan lahan pesisir yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Kabupaten Demak dipilih sebagai wilayah kajian karena kawasan pesisirnya menghadapi tekanan ekologis dan sosial-ekonomi yang semakin kompleks. Fenomena rob yang terus meningkat menyebabkan kerusakan permukiman, penurunan produktivitas tambak, degradasi lingkungan, hingga ancaman hilangnya ruang hidup masyarakat pesisir. Kondisi tersebut menjadikan pesisir Demak sebagai salah satu representasi nyata kerentanan kawasan pesisir di Pantai Utara Jawa.
Melalui gagasan Regenerative Coastal Planning, tim menawarkan pendekatan perencanaan pesisir yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan kawasan, tetapi juga pada pemulihan ekosistem dan penguatan ketahanan masyarakat secara berkelanjutan. Konsep ini dikembangkan dengan memadukan pendekatan ekologis, perencanaan spasial, serta analisis berbasis teknologi untuk menghasilkan strategi mitigasi yang lebih adaptif terhadap ancaman perubahan iklim dan inundasi permanen.
Pendekatan teknologi diwujudkan melalui pemanfaatan pemodelan Cellular Automata-Markov (CA-Markov) untuk memproyeksikan kondisi kawasan pesisir Demak di masa mendatang. Selain itu, tim juga menggunakan analisis perubahan tutupan lahan dan kondisi lingkungan untuk melihat dinamika kawasan pesisir dari waktu ke waktu. Analisis tersebut kemudian dipadukan dengan valuasi ekonomi guna mengidentifikasi potensi kerugian kawasan apabila ancaman inundasi permanen terus berkembang.
Keunggulan karya ini terletak pada pendekatannya yang komprehensif karena tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik kawasan, tetapi juga mempertimbangkan dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi secara terpadu. Gagasan yang ditawarkan diharapkan mampu menjadi alternatif strategi mitigasi pesisir yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan kontekstual terhadap karakteristik kawasan pesisir Indonesia.
Partisipasi dalam Youth Planner Competition 5.0 menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa UGM dalam menghadirkan inovasi perencanaan wilayah dan kota yang responsif terhadap isu perubahan iklim dan kebencanaan. Melalui karya ini, tim berharap konsep perencanaan pesisir regeneratif dapat menjadi referensi dalam pengembangan kawasan pesisir Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa mendatang. [Penulis : Zahra Nur Mutia Maharani, Ananda Krisnha, Dr. Tri Mulyani Sunarharum]