“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Ungkapan ini sering kita dengar dan menjadi motivasi bahwa kita perlu menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani dalam diri kita. Langkah kecil nan konsisten yang sering dianggap remeh ternyata mampu menyegarkan pikiran dan membuka pikiran kita. Semangat hidup sehat tersebut tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi juga diwujudkan dalam kegiatan nyata oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM).
SDGs5
Pekerjaan yang menanti setiap harinya seringkali menemui titik jenuh yang memaksa kita untuk mencari kegiatan yang dapat menjernihkan pikiran dan tenaga. Udara segar dan kebersamaan bisa menjadi solusi yang ampuh untuk mengembalikan tenaga dan melepaskan beban yang selama ini ada di pundak. Memancing menjadi salah satu opsi untuk mengisi waktu luang yang dapat menuntun kita merefleksi diri. Sorak-sorai dan tawa yang menyelimuti kebersamaan selama memancing dapat menciptakan ruang yang nyaman untuk kita beraktivitas dan bekerja di esok hari.
Yogyakarta, 23 Januari 2026 — Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) Prof. Selo menegaskan bahwa ketenangan batin, rasa syukur, dan integritas menjadi fondasi utama pendidikan teknik yang berdampak bagi kemanusiaan dan masa depan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Natal 2025 dan Perayaan Tahun Baru 2026 yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga purnakarya FT UGM. Prof. Selo menyampaikan bahwa Fakultas Teknik memiliki tanggung jawab strategis untuk melahirkan lulusan unggul yang mampu membangun peradaban secara berkelanjutan di tengah keberagaman Indonesia.
Yogyakarta, November 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menghadirkan kegiatan olahraga yoga rutin khusus bagi perempuan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jasmani dan keseimbangan mental bagi sivitas akademika. Kegiatan ini dilaksanakan selama 90-120 menit setiap Selasa pukul 16.15 dan Jumat pukul 07.30 di Gedung ERIC FT UGM, dan terbuka bagi seluruh tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, serta anggota Dharma Wanita Persatuan FT UGM. Program Yoga ini menjadi salah satu langkah nyata fakultas dalam mendukung kesejahteraan pegawai dan pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja. Kegiatan ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi
Yogyakarta, 19 September 2025 – “Saya pribadi merasa belum melakukan yang maksimum, tetapi ternyata organisasi profesi panas bumi menganugerahi penghargaan ini. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujar Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM., dosen Departemen Teknik Geologi UGM, ketika ditanya soal penghargaan Lifetime Achievement Award for Commitment and Dedication in Geothermal Education and Science dari Indonesian Geothermal Association (INAGA).
Yogyakarta, 20 Juni 2025—UGM sukses menerjunkan 8.038 mahasiswa yang tergabung dalam 287 unit Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ke berbagai penjuru Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sejak 20 Juni 2025 hingga pertengahan Agustus 2025. Menariknya, peserta KKN-PPM periode II tahun 2025 ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan KKN-PPM UGM dalam satu periode, mencakup 35 provinsi, 122 kabupaten/kota, dan 236 kecamatan.
Sekali lagi, prestasi membanggakan bertaraf internasional diraih oleh mahasiswa Fakultas Teknik UGM.
Bahagia merupakan satu kata sederhana, tetapi sulit untuk mewujudkannya. Terkadang manusia perlu menggantungkan dirinya ke insan lain agar perasaan bahagia dapat tercipta. Terkadang manusia baru bisa menemukan bahagia setelah apa yang Ia mau bisa terlaksana. Padahal, bahagia bisa datang dari mana saja asalkan kita menghargai apa yang ada tanpa kata andai di dalamnya.
Kamis – 5 Desember 2024 – Tim Voli Putra dan Putri Fakultas Teknik berhasil raih prestasi pada pertandingan bola voli dalam rangkaian Lustrum ke 15 UGM yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Pancasila. Pada pertandingan ini, Tim Voli Putra FT UGM berhasil meraih juara 2, sementara Tim Putri meraih juara 3.
Fakultas Teknik lekat dengan julukan “rumah bagi laki-laki”, “fakultas para pria”, dan masih banyak lagi label superior bagi mereka. Meskipun ungkapan tersebut tidaklah sepenuhnya salah, tetapi masih banyak orang di luar sana yang mendiskreditkan wanita dengan melihat bahwa idealnya seorang engineer adalah mereka para pria. Tidak perlu disuguhkan data, tidak perlu pura-pura menutup mata dan telinga, cukup diresapi, dan kembali tanyakan kepada diri sendiri “Apakah iya, selama ini, pikiran tersebut ada di sanubari?”