Tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama sejumlah mitra nasional dan internasional memperoleh dukungan melalui program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia) untuk melaksanakan penelitian bertajuk Sustainable and Equitable Pathways for Red Mud Valorization for Indonesian Bauxite Mining. KONEKSI merupakan platform kemitraan pengetahuan dan inovasi yang mendukung kolaborasi antara organisasi di Indonesia dan Australia dengan dukungan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.
Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara Curtin University dengan sejumlah institusi di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Lampung (UNILA). Tim peneliti dari Curtin University dipimpin oleh Assoc. Prof. Agus Saptoro, Ph.D. dari WA School of Mines serta Prof. Wahidul Biswas, Ph.D. dari School of Civil and Mechanical Engineering.
Proyek ini bertujuan mengembangkan jalur pemanfaatan (valorization pathways) yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi red mud atau residu bauksit yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan bauksit di Indonesia. Pendekatan terpadu yang menggabungkan remediasi lingkungan, adsorpsi karbon dioksida (CO₂), dan pengembangan material konstruksi diterapkan untuk mengubah limbah pertambangan menjadi sumber daya bernilai tambah yang memberikan manfaat bagi industri, masyarakat, dan lingkungan.
Mitra peneliti di Indonesia akan berfokus pada pengembangan teknologi dan jalur pemanfaatan residu bauksit, sedangkan tim Curtin University akan mendukung kajian melalui simulasi proses dan penerapan Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA) terhadap berbagai alternatif pemanfaatan yang dikembangkan.
Pendekatan LCSA digunakan untuk mengevaluasi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara terintegrasi, termasuk penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang mendukung pengambilan keputusan, mendorong praktik ekonomi sirkular, serta memastikan implementasi yang inklusif dan dapat direplikasi pada skala yang lebih luas.
Penelitian ini menargetkan pengembangan dan penerapan jalur pemanfaatan red mud yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan aspek keadilan sosial, serta meminimalkan gangguan terhadap ekosistem akibat aktivitas pertambangan dan pengelolaan limbah industri. Kolaborasi multidisiplin dan lintas negara ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi pengelolaan limbah pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan, inklusif, serta mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan industri hijau di Indonesia.
Peneliti Utama
Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM.
- Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, S.T., M.E., D.Eng.
- Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D.
- Esti Handini, S.T., M.Eng., D.Sc., IPM.
Curtin University
- Prof. Agus Saptoro, Ph.D.
- Wahidul Biswas, Ph.D.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Januarti Jaya Eka Putri, S.T., M.Eng.
Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
- Iqlima Nuril Amini, S.T., M.T.
Tim Peneliti
- Lantip Muhammad Dewabrata
- Puput Risdanareni
- Dewi Agustina Iryani
- Heri Rustamaji
- Darmansyah
- Widi Astuti
- Fika Rofiek Mufakhir
- Heru Agung Saputra
Lokasi Penelitian
- Kalimantan Barat — sumber bauksit dan red mud.
- Jawa Timur (ITS) — pengujian material dan konstruksi.
- Yogyakarta (UGM) — penelitian skala laboratorium.
- Lampung (UNILA) — pengembangan biomassa dan biochar.
- Lokasi terpilih bersama PT ANTAM — kegiatan penelitian lapangan.
Perth dan Kalgoorlie, Australia (Curtin University) — simulasi proses dan kajian LCA/LCSA.