Yogyakarta, 3 Juli 2026 — Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ardiyanto, Ph.D., menyatakan bahwa tim FT UGM sedang mengembangkan rekomendasi desain kursi kereta New Generation yang lebih ergonomis. Riset ini dilakukan bersama PT Kereta Api Indonesia dan PT Industri Kereta Api untuk menjawab keluhan penumpang atas kursi yang dinilai kurang nyaman saat digunakan dalam perjalanan panjang. Kegiatan pemantauan kemajuan riset berlangsung di DTMI UGM.
Ardiyanto menjelaskan bahwa tim peneliti mengevaluasi desain kursi yang sudah ada dengan memperhatikan aspek antropometri dan anatomi tubuh penumpang. Evaluasi dilakukan melalui studi literatur, kajian dokumen desain, uji laboratorium, dan perekaman gerak tubuh dengan motion capture. Uji ini melibatkan 30 partisipan yang terdiri atas 15 laki-laki dan 15 perempuan. Seluruh partisipan merupakan pengguna kereta eksekutif New Generation dalam enam bulan terakhir.
Riset ini memberi nilai strategis bagi FT UGM. Fakultas Teknik UGM tidak hanya hadir sebagai institusi akademik. FT UGM juga menjadi mitra pengetahuan bagi industri transportasi nasional. Kajian ini menunjukkan bahwa riset kampus dapat masuk ke kebutuhan nyata masyarakat.
Tim FT UGM menempatkan kenyamanan penumpang sebagai dasar pengembangan desain. Kursi kereta tidak hanya dipandang sebagai komponen interior. Kursi juga menjadi bagian penting dari kualitas layanan publik. Desain yang lebih ergonomis dapat mengurangi rasa pegal, memperbaiki pengalaman perjalanan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta.
Dalam pengujian, tim peneliti mengamati perubahan posisi tubuh partisipan saat duduk dan beraktivitas. Partisipan juga diuji dengan penambahan neck support dan lumbar support. Data empiris dari pengujian ini akan menjadi dasar rekomendasi desain ulang bagi PT KAI dan PT INKA.
Perwakilan PT KAI, Lukman, menyampaikan bahwa penelitian ini penting karena banyak keluhan penumpang terkait kursi. Ia menilai keluhan tersebut perlu segera ditindaklanjuti. Sementara itu, Project Manager PT INKA, Emanuel Pastiadi, menyatakan bahwa pemantauan riset ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan kepuasan pengguna akhir.
Kolaborasi ini memperkuat posisi FT UGM sebagai pusat riset terapan yang relevan bagi industri. Hasil penelitian ini berpotensi mendukung peningkatan mutu produk kereta nasional. Dampaknya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui layanan transportasi yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Sumber: