Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) program studi Teknik Industri memenangkan Juara 2 Kompetisi Project Management Challenge (PMC) 2026 yang diadakan di Bandung pada 5–7 Juni 2026. Mahasiswa tergabung dalam Tim Agile-gilean beranggotakan Maria Yolanda Elisabeth Turnip dan Mafaza A. Zidna (Teknik Industri 2022) serta Jauhar Najma Wigar Utungga dan Michelle Carissa Purnama (Teknik Industri 2024).
PMC merupakan kompetisi tahunan yang mepertemukan mahasiswa di berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan manajemen proyek dalam konteks global. Tim Agile-gilean memberikan inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas serta penyelesaian ragam persoalan di Desa Wisata Cidadap. Menurut Michelle, pada hari pertama babak final Tim Agile-gilean memberikan rancanan solusi agar sampah tidak langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhis (TPA), tetapi diolah terlebih dahulu dengan membuat aplikasi yang mengubungkan koordinasi antar-eksisting stakeholder agar waste flow di Bandung menjadi lancar. Solusi yang mereka tawarkan berangkat dari persoalan sampah di Kota Bandung yang telah penuh sehingga dipelukan solusi inovatif dalam penanganannya.
Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, merekka mengunjungi Desa Wisata untuk melakukan pemantauan terhadap masalah yang terjadi dan membuat sebuah proyek (Mini Project Management Plan). “Hasil observasi dilakukan untuk menyiapkan slide presentasi yang bertujuan untuk memaparkan dan meyakinkan dewan juri mengenai solusi yang kami tawarkan”, ujar Michelle.
Michelle mnegakui keunikan dari timnya adalah solusi inovatif yang mereka rancang berfokus pada pengelolaan sampah organik dan nonorganik melalui komunitas pengelolaan sampah di Bandung. Melalui cara tersebut, sampah yang masih dapat diolah akan dikelola oleh komunitas dan sampah residu akhir yang tidak dapat diproses akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara itu, solusi permasalahan di Desa Wisata yang mereka kunjungi merupakan penghubung bagi pemangku kepentingan di Desa Cidadap untuk menyelesaikan beragam persoalan yang ada melalui solusi yang terintegrasi.
Tantangan yang dihadapi Tim Agile-gilean dari kompetisi ini adalah pembuatan metode pengerjaan ide yang solutif dan inovatif. “Tantangannya juga mencari inovasi terkait metode-metode pengerjaan proyek yang masih tetap realistis diterapkan dan sesuai Project Management Body Of Knowledge. Hingga di tahap final, mereka pun berhadapan dengan durasi pengerjaan proyek hanya dalam waktu 1 hari saja. Beruntung, Tim Agile-gilean terbukti dapat mengatasi tantangan-tantangan tersebut dengan prestasi yang diraih,” ujar Michelle.
Melalui kompetisi ini, Tim Agile-gilean tak hanya memperoleh prestasi, tetapi juga pengalaman dalam mengembangkan pola pikir kreatif dan solutif, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan kemampuan manajemen waktu. Kemenangan ini juga diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk dapat berprestasi di bidangnya masing-masing.
