Setelah sebelumnya melaksanakan Seminar Internasional, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan lapangan (field visit) ke Desa Pandowoharjo pada Kamis, 25 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bentuk penerapan langsung di lapangan mengenai ilmu dan teori yang telah dipaparkan pada Seminar Internasional. Masih bekerja sama dengan UiTM, FT UGM berhasil menerapkan solar panel yang dikembangkan menjadi Agro-voltaic.
Agro-voltaic merupakan panel surya yang dipasang sedemikian rupa di atas lahan pertanian sehingga ruang di bawahnya bisa ditanami dengan berbagai jenis tanaman. Listrik yang dihasilkan dari panel surya akan langsung dimanfaatkan untuk keperluan pertanian modern dan pengolahan hasil panen warga. Tak hanya bentuk kolaborasi UGM dengan UiTM, tanah dengan luas empat hektare ini turut melibatkan warga lokal yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT), wastajab bersinar, BUMDes Amarta, dan kelompok tani milenial. Kolaborasi ini mendapatkan sambutan yang baik dari berbagai pihak. Masyarakat mulai bisa menciptakan produk turunan dari hasil kerja keras mereka di kebun ketahan pangan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Agro-voltaic atau panel surya yang berintegrasi dengan kegiatan pertanian tersebut telah menghasilkan daya sebesar 2,6 kWp. Mulanya daya yang dirancang 3,3 kWp, namun penyesuaian dilakukan akibat adanya lonjakan harga komponen global imbas suasana geopolitik yang sedang memanas. Kapasitas yang ditetapkan sekarang sangat ideal dan terukur untuk memenuhi beban prioritas harian warga. Penggunaan listrik hasil dari solar panel bertugas menghidupkan pompa irigasi yang bekerja dengan cara tetes otomatis (smart irrigation) yang dikendalikan oleh sensor pintar yang mendeteksi cuaca dan kelembapan tanah. Tak hanya untuk kebutuhan irigasi, listrik hasil pemanfaatan solar panel ini digunakan sebagai daya energi untuk menghidupkan operasi gedung seperti lampu, dispenser, pompa, dan lainnya.
Melalui teknologi Agro-voltaic serta kerja sama antara FT UGM, UiTM, dan Desa Pandowoharjo membawa dampak positif untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti hakikat ilmu pengetahuan yang harus dapat kembali memberdayakan masyarakat, Agro-voltaic dapat mempermudah kehidupan pertanian masyarakat Desa pandowoharjo. Desa ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk memanfaatkan teknologi pada bidang pertanian. Besar harapan bila setiap daerah dapat menerapkan agro-voltaic ini untuk menunjang dan mempermudah pekerjaan pertanian di Indonesia. (Humas FT: Haniifah Multivana)