Belum genap dua tahun berselang sejak pertama kali mengukir prestasi di tingkat nasional, Tim RESUR-B FT UGM kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Beranggotakan Nafisah Afra Sausan, Daniel Dyca Ta’dung, dan Emir Hafiz Al Ghifari, Tim RESUR-B berlaga dalam kompetisi INCEPTION 2026 yang diselenggarakan oleh SPE Universitas Diponegoro Student Chapter bekerja samadengan SEG UNDIP Student Chapter pada 24–26 April 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang. Kompetisi bertaraf nasional di bidang industri perminyakan dan energi ini mempertemukan tim-tim terbaik dari Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan sejumlah perguruan tinggi terkemuka lainnya.
mengusung karya berjudul “Integration of Membrane-Based Carbon Capture, Utilization, and Storage with CO₂ Foam Enhanced Oil Recovery: A Sustainable Strategy for Decarbonization and Resilient Oil Production”. Karya ini menawarkan pendekatan terintegrasi dalam menjawab dua tantangan besar sektor energi Indonesia secara bersamaan: meningkatnya emisi karbon dan menurunnya produksi minyak nasional. Melalui integrasi teknologi penangkapan karbon berbasis membran dengan CO₂ Foam Enhanced Oil Recovery, CO₂ yang berhasil ditangka dimanfaatkan langsung sebagai fluida injeksi untuk mendorong perolehan minyak dari reservoir matur, mengubah emisi karbon dari beban lingkungan menjadi bagian darisolusi energi yang berkelanjutan.
Tim RESUR-B berhasil menyapu bersih tiga penghargaan yaitu Champion, Best Presentation, dan Best Poster dalam cabang perlombaan Paper and poster competition. Kemenangan di INCEPTION 2026 ini menjadi yang ketiga berturut-turut bagi Tim RESUR-B, setelah sebelumnya meraih juara di Oil Week UI 2024 dan PROTECT UP 2025, mencerminkan konsistensi, kedalaman riset, dan semangat inovasi yang terus tumbuh. Tim RESUR-B berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Fakultas Teknik untuk terus berani menghadirkan gagasan yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga berdampak nyata bagi masa depan energi Indonesia. (Humas FT: Haniifah Multivana)