Cross Laminated Timber (CLT) Nusantara merupakan bangunan eco house yang menjadi bentuk nyata riset-riset di Fakultas Teknik terkait dengan bangunan hijau atau green construcition. CLT memanfaatkan kayu akasia rekayasa yang dapat diperoleh dengan merekatkan papan-papan kayu akasia tipis menggunakan sambungan khusus. Kayu akasia yang mulanya merupakan limbah atau waste dimanfaatkan menjadi papan yang tidak hanya sebagai nonstruktural tetapi juga dapat bernilai sebagai struktural dengan menjadikannya dinding dan lantai.
Tebal lapisan dan ukuran dari CLT disesuaikan dengan kemampuan produksi dari industrinya. Bangunan CLT dibuat dengan papan-papan yang disambung dengan metal plate, ukuran dan jumlah lubang pada sambungan screw disesuaikan dengan kebutuhan hitungan dan desain. Screw ditancapkan pada CLT sehingga dapat memberikan kekuatan struktur baik secara lateral dan dapat memberikan transfer yang baik antara satu panel dengan panel lainnya.
Konstruksi CLT dinilai lebih cepat dan praktis dalam proses pembangunannya. Sebagai gambaran, CLT Nusantara dengan dimensi bangunan 7 m x 5 m hanya memerlukan waktu 1 hari untuk erection atau assembly dengan tenaga kerja yang berjumlah enam orang. Hal ini dapat terjadi karena CLT telah diproduksi di luar kota dengan presisi, sehingga ketika tiba di lokasi—CLT bisa langsung dirangkai dan disambungkan. Diharapkan pengembangan peningkatan durabilitas dan keawetan konstruksi CLT dapat menjadi langkah positif untuk riset yang lebih berkelanjutan. (Humas FT: Haniifah Multivana)
Sumber: 3 Minutes Talk https://www.youtube.com/watch?v=Rt4uIJqfHtA