Di jantung Desa Bantan Air, muncul sebuah masalah mendesak: pengelolaan sampah plastik yang mencemari lingkungan dan kurangnya infrastruktur desa yang tertata baik. Untuk mengatasi tantangan ini, program KKN-PPM dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memulai inisiatif pembuatan alat pencetak eco-paving, yang menghasilkan paving block dari limbah plastik sebagai alternatif ramah lingkungan. Inisiatif ini bukan hanya sebagai respons terhadap krisis lingkungan, tetapi juga sebagai langkah menuju pembangunan berkelanjutan.
Alat eco-paving dirancang agar sederhana dan mudah digunakan, memungkinkan warga setempat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan limbah. Dengan mengubah limbah plastik menjadi paving block yang bernilai, proyek ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran plastik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari bahan limbah. Pendekatan inovatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan industrialisasi yang berkelanjutan dan membangun infrastruktur yang tangguh.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik dengan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Alat pencetak eco-paving berfungsi sebagai solusi praktis yang memberdayakan warga untuk secara mandiri memproduksi paving block, sehingga meningkatkan potensi ekonomi dari limbah plastik.
Melalui proyek ini, masyarakat didorong untuk mengambil peran aktif dalam mengelola limbah mereka, berkontribusi pada pemulihan ekosistem lokal. Dengan memanfaatkan limbah plastik, inisiatif eco-paving tidak hanya mengatasi masalah pencemaran yang mendesak tetapi juga mempromosikan keberlanjutan ekologis. Ini sejalan dengan SDG 12, yang menekankan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Lebih jauh lagi, pengembangan alat eco-paving diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur desa, menjadikannya lebih adaptif terhadap kebutuhan warganya. Infrastruktur yang lebih baik sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memastikan bahwa komunitas dapat berkembang dengan cara yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga mendukung SDG 9, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang tangguh dan mempromosikan industrialisasi yang berkelanjutan.
Proyek ini dijadwalkan berlangsung dari 29 Januari hingga 4 Februari 2025 dan akan melibatkan pelatihan langsung untuk masyarakat. Pelatihan ini akan membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan alat eco-paving secara efektif. Pada akhir program, peserta tidak hanya akan belajar cara memproduksi paving block ramah lingkungan, tetapi juga akan mendapatkan wawasan tentang implikasi yang lebih luas dari pengelolaan limbah dan pengelolaan lingkungan.
Selain manfaat praktis, inisiatif eco-paving bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan. Dengan melibatkan warga dalam proses ini, proyek ini mendorong kolaborasi dan aksi kolektif, yang sangat penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan jangka panjang. Ini sejalan dengan SDG 11, yang mempromosikan kota dan komunitas yang berkelanjutan.
Seiring dengan berjalannya proyek, diharapkan alat eco-paving akan menjadi model bagi desa-desa lain yang menghadapi tantangan serupa. Keberhasilan inisiatif ini dapat menginspirasi gerakan yang lebih luas menuju pemulihan ekologi dan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan di seluruh wilayah. Dengan mengatasi dua masalah yaitu limbah plastik dan pengembangan infrastruktur, Desa Bantan Air mengambil langkah signifikan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Sebagai kesimpulan, pengembangan alat eco-paving di Desa Bantan Air mewakili persimpangan penting antara teknologi, keterlibatan masyarakat, dan tanggung jawab lingkungan. Dengan memanfaatkan infrastruktur ICT dan mempromosikan solusi yang adaptif, inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan yang mendesak tetapi juga meletakkan dasar untuk komunitas yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Proyek ini menjadi contoh potensi solusi inovatif dalam mencapai SDGs dan mendorong planet yang lebih sehat untuk generasi mendatang. (Ditulis : Muhammad Anugrah Fadel; disunting : kangpoer)