Hubungan mahasiswa dengan alumni tidak harus mulai melalui jalur formal organisasi. Inisiasi personal dapat membuka berbagai peluang lebih luas, utamanya pada karir. Alumni bukanlah kelompok “elit” yang sulit dijangkau. Mahasiswa harus berani hadir dan proaktif. Alumni memegang peran strategis sebagai mentor, pembuka jalur karier, sekaligus mitra bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Mahasiswa harus membuang rasa sungkan untuk berinteraksi dengan alumni.
Peluang-peluang karir sering kali lahir dari kedekatan emosional. Alumni dapat melihat rekam jejak yang terlihat langsung di lapangan. Hubungan dengan alumni harus diikuti dengan peningkatan kapasitas diri. Mahasiswa harus aktif memanfaatkan ruang bersama, seperti keterlibatan dalam kepanitiaan lintas generasi/angkatan atau acara alumni untuk mengasah soft skill dan membangun impresi positif di mata alumni sekaligus para praktisi industri.
Kehadiran mahasiswa dalam setiap kegiatan bersama alumni menjadi sangat penting agar potensi mereka bisa langsung dikenali. Selain kemampuan akademis (hard skill), keaktifan dalam membangun jejaring (soft skill) seperti ini yang perlu mereka asah” ungkap Mada, alumnus Teknik Geologi UGM.
Menjadi mahasiswa FT UGM, berarti melanjutkan estafet yang sudah dibangun oleh para pendahulu. Mahasiswa punya privilese, termasuk memiliki alumni yang tersebar di berbagai tempat dan bidang. Mahasiswa bisa melanjutkan dan memperkuat. Tidak selalu haris mulai dari nol.
Keterbukaan terhadap kolaborasi multidisiplin ilmu juga harus dilakukan. Mahasiswa teknik jangan menjadi menjadi menara gading. Penerapan teknologi tidak lepas dari aspek sosial budaya. Teknologi pendeteksi bencana (EWS/early warning system, misalnya. Hal ini harus dilakukan agar inovasi teknologi dapat diterima dan digunakan di tempat yang tepat. Bukan menjadi benda asing yang sekedar ditempatkan di masyarakat.
Berbagai hal di atas disampaikan oleh perwakilan alumni Teknik Geologi, Hardian Dwi Lakstianto dan Christian Simada saat menyerahkan 200 tumbler untuk mahasiswa baru angkatan 2026.
“Kita mencoba mendukung agenda kampus melalui 200 pieces tumbler ini” ungkap Sekjen Kageogama, Hardian Dwi Lakstianto. Donasi tumbler ini juga menjadi bagian dari kontribusi alumni pada kampus dan tentu saja pada mahasiswa. (Mega/Review: Purwoko)