Kolaborasi lintas disiplin dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Aldis yang beranggotakan Muhammad Faiz Maulana Al Hazza (Teknik Industri 2023), Adinda Zahra Nabillah (Teknik Kimia 2023), dan Ali Ahmad Yassin (Teknik Industri 2023) berhasil meraih Juara 3 Industry Case Competition dalam ajang Indonesia Chemical Engineering Event (I-CHALLENGE) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Brawijaya pada 9–10 Mei 2026 di Malang.
Kompetisi yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Diponegoro ini mengangkat tema “Optimization of Green Process through Circular Resources towards Regenerative Future” dengan PLN Nusantara Power sebagai mitra kasus industri.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Aldis menghadirkan inovasi bertajuk Modular Optimized Reactive Filter (M.O.R.F.), sebuah solusi pengolahan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular yang memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA)—limbah hasil pembakaran batu bara—sebagai media adsorben untuk mengolah air limbah di PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Paiton.
Melalui pemanfaatan FABA sebagai media filtrasi reaktif, sistem M.O.R.F. mampu meningkatkan kualitas effluent atau air hasil pengolahan limbah dengan menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), dan Total Suspended Solids (TSS) hingga mendekati 76 persen. Air hasil pengolahan tersebut kemudian dapat digunakan kembali untuk kebutuhan operasional pembangkit sehingga mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku baru.
Selain memberikan manfaat lingkungan, solusi yang dikembangkan Tim Aldis juga menawarkan keuntungan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis techno-economic yang dilakukan, implementasi M.O.R.F. berpotensi menurunkan biaya pengambilan air (intake water) hingga 46,09 persen. Lebih jauh lagi, efisiensi tersebut memungkinkan alokasi sekitar satu juta liter air untuk mendukung program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Probolinggo yang kerap menghadapi krisis ketersediaan air bersih.
Menurut tim, pengembangan solusi ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif, mulai dari proses teknis dan reaksi kimia yang terjadi, hingga dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ditimbulkan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama proposal yang mereka tawarkan dalam kompetisi.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan industri dan keberlanjutan. Dengan menggabungkan perspektif teknik industri dan teknik kimia, Tim Aldis mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
Prestasi yang diraih Tim Aldis menunjukkan bagaimana inovasi mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan industri sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Melalui pemanfaatan limbah menjadi sumber daya baru, M.O.R.F. menawarkan pendekatan yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap air bersih.